LABUAN BAJO – Kinerja Kantor Imigrasi Kelas II Labuan Bajo sepanjang tahun 2025 mencatatkan prestasi gemilang. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dikumpulkan mencapai Rp7,24 miliar, melampaui target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat.
Capaian tersebut bahkan melampaui target gabungan sebesar Rp2,65 miliar, atau setara 273 persen dari target awal. Lonjakan ini sekaligus menjadi capaian PNBP tertinggi yang pernah diraih Imigrasi Labuan Bajo.
Berdasarkan data resmi yang diterima Jurnal Flores di Labuan Bajo, Rabu (14/1/2026), PNBP tersebut dihimpun dari berbagai sektor layanan keimigrasian sepanjang periode Januari hingga Desember 2025.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Labuan Bajo, Charles Christian Mathaus, menyebut keberhasilan ini merupakan hasil sinergi internal pegawai serta meningkatnya kepercayaan masyarakat dan wisatawan.
“Kami sangat bersyukur capaian PNBP tahun 2025 bisa melampaui target secara signifikan. Ini berkat kerja keras seluruh pegawai serta kepercayaan masyarakat dan wisatawan yang memanfaatkan layanan keimigrasian di Labuan Bajo,” ujarnya.
Paspor Elektronik Dominasi, PNBP Paspor Lampaui Target 6 Kali Lipat
Salah satu faktor pendorong utama lonjakan PNBP berasal dari layanan paspor, khususnya setelah diberlakukannya transisi penuh ke paspor elektronik (e-paspor) sejak 1 September 2025.
Sepanjang 2025, Imigrasi Labuan Bajo menerbitkan 1.606 dokumen perjalanan, dengan rincian:
- 955 paspor elektronik
- 651 paspor biasa (diterbitkan sebelum masa transisi penuh)
Dari sektor paspor, PNBP yang terkumpul mencapai Rp1.023.600.000, jauh melampaui target sebesar Rp153.000.000 atau setara 669 persen dari target.
“Masyarakat kini semakin memahami manfaat paspor elektronik yang lebih aman dan praktis. Proses penerbitannya juga kami percepat, maksimal tiga hari kerja,” jelas Charles.
Visa Jadi Penyumbang Terbesar PNBP Imigrasi Labuan Bajo
Kontributor terbesar PNBP tahun 2025 berasal dari layanan visa, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Labuan Bajo.
Sepanjang tahun 2025, Imigrasi Labuan Bajo menerbitkan:
- 1.510 Visa on Arrival (VOA)
- 62 Exit Permit Only (EPO) bagi warga negara asing
PNBP dari sektor visa mencapai Rp6.219.000.000, melampaui target Rp2.500.000.000 atau setara 249 persen dari target yang ditetapkan.
Izin Tinggal Ikut Meningkat, Pariwisata Jadi Faktor Utama
Selain paspor dan visa, layanan izin tinggal juga menunjukkan tren positif, dengan rincian:
- Izin Tinggal Kunjungan (ITK): 314 surat izin
- Izin Tinggal Terbatas (ITAS): 126 surat izin
- Izin Tinggal Tetap (ITAP): 13 surat izin
Menurut Charles, peningkatan permohonan layanan keimigrasian tidak lepas dari pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi di Labuan Bajo, khususnya setelah penguatan promosi destinasi unggulan seperti Taman Nasional Komodo.
“Pertumbuhan pariwisata dan aktivitas ekonomi menjadi faktor utama peningkatan layanan keimigrasian. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan, mempercepat proses, serta memperluas akses digital untuk mendukung Labuan Bajo sebagai destinasi prioritas nasional dan Asia Pasifik,” pungkasnya.
Editor : Chellz


Tinggalkan Balasan