LABUAN BAJO – Sepanjang tahun 2025, angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Manggarai Barat menunjukkan tren mengkhawatirkan. Sebanyak 13 warga dilaporkan meninggal dunia di jalan raya, dan sebagian besar korban merupakan anak sekolah atau pelajar.

Data tersebut disampaikan langsung oleh Kasat Lantas Polres Manggarai Barat, AKP I Made Suparta, berdasarkan catatan resmi Satuan Lalu Lintas.

“Dari data yang kita miliki, sebanyak 13 warga meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2025,” tegas AKP I Made Suparta.

Ia menjelaskan, total kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama periode tersebut mencapai 57 kasus. Dari jumlah itu, 13 orang meninggal dunia, 27 orang mengalami luka berat, 62 orang luka ringan, dengan kerugian material mencapai Rp173.900.000.

Menurut Suparta, faktor utama penyebab kecelakaan adalah kelalaian pengendara, dan korban didominasi oleh anak usia sekolah.

“Sebagian besar pengendara yang menjadi korban adalah anak sekolah. Kejadiannya justru di luar jam sekolah,” tandasnya.

Beberapa lokasi rawan kecelakaan yang melibatkan pelajar antara lain Langkakabe, kawasan Kantor Bupati Manggarai Barat, depan Hotel Meruorah Labuan Bajo, depan SMKN 1 Labuan Bajo, serta wilayah Terang.

Selain kelalaian, kecelakaan juga kerap dipicu oleh pengendara yang berada di bawah pengaruh alkohol. Suparta menegaskan, hampir seluruh kasus diproses secara hukum, kecuali satu kasus yang diselesaikan melalui diversi karena melibatkan anak di bawah umur.

“Banyak kejadian terjadi di luar jam sekolah, sehingga kontrol orang tua terhadap anak-anak saat berkendara masih kurang,” ujarnya.

Untuk menekan angka kecelakaan, Satlantas Polres Manggarai Barat terus melakukan berbagai upaya pencegahan, mulai dari edukasi dan pembinaan ke sekolah-sekolah, hingga imbauan melalui tempat ibadah.

Upaya tersebut dilakukan karena sejumlah kecelakaan juga terjadi saat euforia berlebihan dalam kegiatan keagamaan, seperti malam sambut baru, pawai Natal, hingga takbiran Idul Fitri.

Selain edukasi, polisi juga meningkatkan patroli dan penindakan tegas, khususnya terhadap balap liar, penggunaan knalpot bising, serta pelanggaran lalu lintas lainnya yang meresahkan masyarakat.

“Kami terus meningkatkan patroli dan penindakan. Termasuk terhadap knalpot bising, balap-balapan, dan pelanggaran lain yang berpotensi menimbulkan kecelakaan,” pungkas AKP I Made Suparta.

 

Editor : Chellz