LABUAN BAJO – Ketua Gabungan Himpunan Wisata Bahari Indonesia (GAHAWISRI) Labuan Bajo, Budi Widjaja, menegaskan bahwa kecelakaan yang terjadi di perairan Labuan Bajo tidak dapat dilihat dari satu faktor semata. Menurutnya, insiden kecelakaan laut merupakan hasil dari kombinasi berbagai penyebab yang saling berkaitan.

“Kecelakaan di perairan Labuan Bajo merupakan kombinasi dari banyak faktor, mulai dari fenomena anomali perairan seperti kala-kala dan pusaran arus, faktor kelalaian sumber daya manusia, hingga masih kurangnya safety awareness atau kepedulian terhadap keselamatan semua pihak,” ujar Budi Widjaja, Jumat (16/1/2026)

Ia menjelaskan, rendahnya kesadaran keselamatan tidak hanya terjadi di sektor wisata bahari, tetapi juga melibatkan pelaku industri pariwisata darat yang memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas di laut.

“Keselamatan bukan hanya tanggung jawab pelaku wisata laut, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh ekosistem pariwisata Labuan Bajo,” tegasnya.

GAHAWISRI, lanjut Budi, sangat mendukung kebijakan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) yang melarang kapal berlayar pada malam hari sebagai langkah mitigasi risiko kecelakaan.

“Kami sangat mendukung kebijakan KSOP. Selama tiga tahun terakhir, GAHAWISRI terus berkolaborasi dengan berbagai institusi, khususnya KSOP, untuk meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan. Hal ini juga terlihat dari kondisi pelabuhan yang semakin tertata dan membaik dari hari ke hari,” jelasnya.

Budi Widjaja juga menekankan pentingnya keberlanjutan program kerja keselamatan yang telah dijalankan KSOP. Menurutnya, program tersebut terbukti efektif dengan menurunnya rasio kecelakaan laut di Labuan Bajo.

“KSOP harus terus melanjutkan program kerja kepedulian keselamatan yang sudah dilakukan. Rasio kecelakaan sebenarnya sudah menurun. Mungkin kejadian kemarin menjadi viral karena ada korban meninggal dunia. Namun, ketika kecelakaan terjadi tanpa korban, hal itu sering kali tidak menjadi perhatian publik,” ujarnya.

Ia berharap seluruh kebijakan keselamatan dapat berjalan efektif karena keselamatan merupakan tanggung jawab bersama, termasuk peran media dalam membangun narasi yang seimbang.

“Tanggung jawab keselamatan adalah tanggung jawab kita semua. Media juga memiliki peran penting, misalnya dengan memberitakan kegiatan positif seperti pelatihan rescue dan peningkatan kapasitas keselamatan yang kami lakukan. Jika yang diangkat hanya sisi negatif, maka secara perlahan kita merusak negeri ini oleh tangan kita sendiri,” kata Budi.

Ke depan, GAHAWISRI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna meningkatkan kesadaran keselamatan di sektor pariwisata Labuan Bajo.

“GAHAWISRI akan tetap mengawal dan berkolaborasi dengan berbagai industri pariwisata untuk meningkatkan kesadaran keselamatan demi keberlanjutan Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas,” pungkasnya.

 

Editor : Chellz