Labuan Bajo – Sunarti Wahyunita (18), siswi kelas 3 SMAN 1 Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, NTT terus berjuang melawan tumor hati, tumor ginjal dan batu empedu. Kondisi fisik yang terus menurun membuatnya harus keluar-masuk rumah sakit dalam beberapa bulan terakhir.

Kisah perjuangan Sunarti dimulai sejak 2022, sejak duduk di kelas 3 SMP. Dokter mendiagnosa menderita Tuberkulosis (TBC).

“Kami sangat terpukul, tapi tetap berusaha kuat. Ia dirawat di RSUD Komodo selama beberapa waktu hingga akhirnya sembuh,” kenang Siti Anafia, ibu kandung Sunarti, Senin (17/2/2025).

Pada 20 November 2023, Sunarti kembali jatuh sakit. Awalnya mengeluh sakit saat buang air kecil. Setelah diperiksa ternyata Sunarti mengalami infeksi saluran kemih. “

“Untungnya, pengobatan berjalan baik dan dia kembali sehat,” lanjut sang ibu.
Maret 2024, rambut Sunarti mulai rontok dan tubuhnya selalu lemas. “Kami hanya bisa berusaha semampu kami, tapi kondisinya semakin memburuk,” kata Siti Anafia.

Setelah menjalani pemeriksaan USG Complete Abdomen, dokter mendiagnosa Sunarti menderita tumor hati, tumor ginjal dan batu empedu.

“Kondisinya yang semakin melemah membuat dokter menyarankan agar ia segera dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap, seperti di Bali, Surabaya atau Jakarta”, terang Siti Anafia.

Kondisi Keluarga

Sunarti merupakan putri bungsu dari pasangan Mustafa (53) dan Siti Anafia (53). Ia memiliki seorang kakak, Muhamad Julkarnaen (23).

Kedua orang tuanya bekerja sebagai petani dengan penghasilan terbatas, sehingga biaya pengobatan Sunarti menjadi beban yang sangat berat bagi keluarga.

Siti Anafia, ibu Sunarti, tak kuasa menahan air mata saat menceritakan kondisi putrinya.

“Setiap malam, saya sulit tidur karena memikirkan Sunarti. Dia selalu mengeluh kesakitan, tetapi tetap berusaha tersenyum agar kami tidak khawatir,” ujarnya lirih.

Ia juga menambahkan bahwa Sunarti memiliki tekad yang kuat untuk terus belajar. Meskipun kondisinya semakin lemah, ia tetap ingin menyelesaikan pendidikannya.

“Semangat belajarnya tinggi sekali. Dengan kondisi ini, ia tetap memaksa ke sekolah,” ungkap Siti Anafia.
Keluarga Sunarti baru saja mendapat bantuan rehab rumah dari Pemerintah Desa Golo Tantong pada tahun 2024.

Meski bersyukur, mereka masih berharap uluran tangan untuk biaya pengobatan Sunarti.

“Kami sangat berharap ada yang membantu agar Sunarti bisa mendapatkan perawatan terbaik dan kembali sehat seperti sedia kala,” ujar sang ibu penuh harap.

Bagi yang ingin membantu, bisa menghubungi keluarga Sunarti melalui kontak 082259775893 (Pasien Sunarti) dan 082241811568 (Julkarnaen, Kakak Kandung). Donasi dapat dikirim ke Bank BRI atas nama Mustafa dengan nomor rekening 472801075948532 atau mengunjungi langsung kediaman mereka di Kampung Tenda, Desa Golo Tantong, Kecamatan Mbeliling. Setiap uluran tangan akan menjadi harapan baru bagi Sunarti. ***

 

Editor : Nana Apong