JAKARTA – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) terus memperkuat bisnis keagenan kapal dengan memperluas jangkauan layanannya hingga Malaysia. Langkah ini menjadi tonggak penting bagi perusahaan dalam memperluas jaringan bisnis maritim sekaligus menegaskan kapabilitas PELNI sebagai penyedia layanan keagenan kapal yang profesional, andal, dan berstandar internasional.
Dalam layanan tersebut, PELNI dipercaya menjadi agen bagi KT Bumi Jaya 05/BG Bumi 300 03 yang mengangkut sekitar 8.370 metrik ton batu bara curah dari Palembang menuju Malaysia.
PELNI menangani seluruh proses keagenan, mulai dari koordinasi kegiatan pemuatan di Indonesia, pelayanan saat kapal tiba di Port Klang pada 1 Juli 2026, hingga pelayanan di Lumut Maritime Terminal sampai seluruh rangkaian operasional selesai pada 15 Juli 2026.
Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, mengatakan keberhasilan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pengguna jasa terhadap kompetensi PELNI dalam memberikan layanan keagenan kapal, termasuk pada rute lintas negara.
“Layanan keagenan merupakan salah satu lini bisnis strategis yang terus kami kembangkan. Kepercayaan untuk menangani kapal di Malaysia menjadi bukti bahwa PELNI memiliki sumber daya manusia dan kapabilitas operasional yang mampu memberikan layanan sesuai kebutuhan pengguna jasa,” ujar Ditto.
Selama pelaksanaan layanan, PELNI memberikan pendampingan secara menyeluruh, mulai dari pengurusan formalitas kepelabuhanan, koordinasi dengan otoritas pelabuhan, hingga dukungan operasional di lapangan guna memastikan proses bongkar muat berlangsung aman, lancar, efisien, dan sesuai ketentuan.
Menurut Ditto, keberhasilan tersebut menjadi pijakan bagi PELNI untuk memperluas jaringan layanan keagenan di kawasan Asia Tenggara.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat layanan keagenan yang terintegrasi dengan dukungan sumber daya manusia yang kompeten, jaringan operasional yang semakin luas, serta standar pelayanan yang mengedepankan profesionalisme dan keandalan. Dengan demikian, PELNI dapat memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa sekaligus mendukung kelancaran aktivitas pelayaran dan perdagangan internasional,” katanya.
Pengembangan bisnis keagenan ini merupakan bagian dari strategi PELNI untuk memperkuat portofolio bisnis non-penumpang sekaligus memperluas kontribusinya sebagai penyedia layanan maritim terintegrasi. Melalui ekspansi layanan hingga Malaysia, PELNI optimistis dapat memperkuat peran dalam mendukung konektivitas logistik dan rantai pasok di kawasan Asia Tenggara.
Saat ini PELNI mengoperasikan 84 kapal, terdiri atas 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 18 kapal rede, 9 kapal tol laut, dan 1 kapal ternak. Operasional tersebut didukung oleh 43 kantor cabang yang melayani 357 pelabuhan singgah melalui 1.111 ruas pelayaran, serta 306 terminal point yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.**
Editor : Chellz


Tinggalkan Balasan