Labuan Bajo –  Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bidadari saat ini tengah mengalami devisit dana operasional. Penyertaan modal Pemerintah Daerah Mangggarai Barat sebesar Rp. 5.034.837.120 tahun 2021 dan 2023 dinilai tidak cukup membiayai operasional. “Lebih Besar Pasak Daripada Tiang” merupakan ungkapan yang bisa mengambarkan kondisi keuangan BUMD warisan Bupati Gusti Dula itu.

Direktur Perumda Bidadari, Elisabet Mersin menjelaskan total pendapatan per-bulan Perumda Bidari berkisar Rp. 40.000.000 hingga Rp.50.000.000. Pendapat tersebut tidak mampu menutupi biaya operasional yang mencapai Rp. 75.000.000 per-bulan.

“Pengeluaran operasional kami cukup besar. Listrik saja bisa mencapai Rp15 juta per bulan, sementara gaji karyawan sekitar Rp60 juta untuk 20 orang. Sementara pendapatan berkisar Rp40-50 juta per bulan. Itu belum cukup untuk menutupi biaya operasional,” kata Mersin, Selasa 11 Maret 2025.

Mersin menjelaskan pendapatan utama Perumda Bidadari bersumber dari parkir pelataran Kawasan Wisata Batu Cermin, pengelolaan galeri dan penjualan souvenir.

Sementara pengelolaan tiket masuk Wisata Gua Batu Cermin menjadi kewenangan Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Disparekrafbud) Manggarai Barat.

Mersin berharap kedepan pengelolaan tiket masuk Wisata Gua Batu Cermin dilimpahkan kepada Perumda Bidadari, sehingga keuangan perusahaan bisa lebih sehat.

Jika Perumda Bidadari diberi kewenangan mengelola tiket masuk Gua Batu Cermin, Mersin optimis dalam waktu tiga tahun ke depan Perumda Bidadari dapat mengembalikan investasi melalui strategi pemasaran dan peningkatan jumlah pengunjung.

“Jika kami diberi wewenang penuh dalam pengelolaan Batu Cermin dan ada tambahan penyertaan modal, kami yakin dalam tiga tahun ke depan return of investment bisa tercapai,” tegas Mersin.

Tidak Memiliki Aset

Mersin mengungkapkan selama sembilan bulan terakhir atau sejak dirinya dilantik pada 1 Juli 2024 oleh Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menjadi Dirut Perumda Bidadari, ia menghadapi keterbatasan dalam menjalankan program.

Salah satunya karena belum ada aset yang sepenuhnya diserahkan kepada Perumda Bidadari untuk dikelola secara penuh, baik dari segi manajemen maupun operasional. Selain itu, tidak ada tambahan suntikan dana dari pemerintah.

“kami harus memaksimalkan apa yang sudah ada,” keluhnya.

Kedepan Perumda Bidadari berencana menambah event-event rutin di Batu Cermin, seperti pertunjukan caci, tarian lokal, dan atraksi budaya lainnya.

“Kami akan memaksimalkan promosi melalui media online, offline, dan kerja sama dengan komunitas serta pelaku pariwisata, baik lokal maupun nasional. Bahkan, kami melibatkan influencer untuk membantu membranding Batu Cermin,” jelas Mersin.

Selain itu, pihaknya akan mengembangkan fasilitas tambahan di area wisata, termasuk outbound, papan informasi (storyboard) di setiap titik strategis, serta pelatihan bagi staf agar pelayanan semakin optimal.

“Kami juga berencana memberikan selendang kepada pengunjung sebagai bagian dari pengalaman wisata di Batu Cermin,” tambahnya.

Sebagai informasi, total penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat kepada Perumda Bidadari hingga Desember 2024 sebesar Rp 5.034.837.120.

Penyaluran penyertaan modal itu disalurkan dalam enam tahap yaitu tahap 1: Rp1.399.589.287 (4 Mei 2021), tahap 2: Rp1.600.000.000 (27 Desember 2021), tahap 3: Rp1.000.410.713 (30 Desember 2021), tahap 4: Rp500.000.000 (3 April 2023), tahap 5: Rp250.000.000 (8 September 2023), dan tahap 6: Rp284.837.120 (20 November 2023).**

 

Editor : Chellz