Borong – Ketua Jaringan Pemred Promedia (JPP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Andrianus Kornasen diduga melakukan penganiayaan terhadap Firman Jaya, wartawan detiknet.id, hingga bonyok. Peristiwa penganiayaan itu diduga berawal dari saling sindir di media sosial facebook.
Aksi penganiayaan itu terjadi di kos-kosan milik korban kawasan Watu Ipul, Kota Ndora Borong, NTT, Senin (31/3) sekitar pukul 23.00 wita. Saksi mata mengatakan melihat pelaku berjumlah 6 orang melakukan penganiayaan terhadap korban.
“Mereka (pelaku) masuk lewat jendela kamat karena pintu kamar kosan korban terkunci. Andrianus Kornasen bersama bapak dan adiknya kemudian menganiaya korban,” kata Ficki, seorang saksi yang melihat kejadian itu, Senin (31/3).
Tindakan kekerasan oleh Direktur Utama FEC Corporation itu menyebabkan mata kanan korban mengalami pendarahan hebat.
“Ada tiga orang yang menganiaya saya. Andrianus Kornasen, bapaknya dan adiknya. Saya dianiaya dengan menggunakan batu dan dibanting ke tanah,” jelas korban, Senin (31/3).
Korban mengaku tidak mengetahui motif pelaku melakukan penganiayaan terhadap dirinya. Namun dalam penuturan pelaku saat kejadian, korban dituding melakukan pencemaran nama baik lewat akun palsu di facebook.
“Andrianus (pelaku) bilang saya yang pegang akun palsu dan menyerang dia. Saya sangat terpukul dari kejadian ini,” jelas korban.
Kasus penganiayaan ini telah dilaporkan ke Polres Manggarai Timur nomor LP/B/65/III/2025/SPKT. Sementara korban telah divisum dan mendapatkan perawatan intensif RS Borong.
Terpisah, Andrianus Kornasen ketika dihubungi tidak membantah telah melakukan penganiayaan terhadap korban. Ia mengatakan dirinya bersama adiknya sengaja mendatangi kosan korban guna meminta klarifikasi atas postingan di media sosial yang telah mencemarkan nama baiknya dan keluarga.
“Saya tidak ujuk-ujuk menyerang. Niat saya baik ingin meminta klarifikasi, namun dia (korban) ingin kabur lewat jendela, lalu saya menangkap tangannya dan terjadi perkelahian,” jelas pelaku, Selasa (1/4) dini hari.
Pelaku menuding korban adalah pemilik akun palsu ‘Rugha Boto’ di media sosial facebook yang sering mencemarkan nama baiknya. Keyakinan pelaku itu berdasarkan ada kesamaan pengunaan diksi dan narasi pada akun palsu tersebut dengan akun facebook lain atas nama korban sendiri.
“Saya kantongi bukti bahwa akun palsu ‘Rugha Boto’ itu adalah akunnya Firman Jaya,” jelas Adrianus.
Pelaku juga membantah terkait keterlibatan ayahnya menganiaya korban. Ia menyebut ayahnya tidak ikut menemui korban di kosannya. Namun dirinya siap menerima konsekuensi hukum atas tindakan yang dilakukan terhadap korban.
Bukan Kali Pertama
Melakukan penyerangan terhadap rekan sejawat bukan kali pertama dilakukan Pemilik Media Editorial Flores itu. Sebelumnya wartawan media suaraburuh.com, Kristianus Nardi Jaya nyaris menjadi korban Adrianus.
Nardi menyebut Andrianus pernah menyerang dirinya di kosan. Beruntung Nardi cepat melarikan diri, meninggalkan istrinya yang sedang hamil.
Selain itu, Adrianus juga nyaris adus jotos dengan wartawan kompas.com, Markus Makmur saat meliput sebuah seminar di Seminari Kisol, Manggarai Timur. Adrianus menuding Markus mencemarkan nama baiknya. Namun Adrianus tidak bisa membuktikan pencemaran nama baik yang dimaksudkannya itu.***
Editor: Chellz


Tinggalkan Balasan