LABUAN BAJO – 1.029 pelari yang berasal dari wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusantara dan Mancanegara ramaikan gelaran perdana Komodo Run 2025 yang diselenggarakan oleh Komodo Runners, Sabtu 22 November 2025 di Waterfront City Labuan Bajo.
1.029 peserta itu terbagi dalam berbagai kategori mulai dari Master, Umum, Pelajar, Kids Sprint, hingga Best Costume.
Sport Tourism Andalan
Ketua Komunitas Komodo Runners, Bambang Harijanto, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara.
“Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena Komodo Run 2025 dapat berlangsung dengan baik, aman, dan penuh semangat hingga seluruh peserta mencapai finis. Antusiasme peserta dari berbagai daerah bahkan luar negeri menjadikan Labuan Bajo semakin dikenal sebagai destinasi olahraga yang menarik dan ramah bagi para pelari,” ujarnya.
<Bambang menambahkan, Komodo Run 2025 menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, memperkuat jejaring komunitas lari, sekaligus mengenalkan keindahan Labuan Bajo kepada masyarakat nasional dan internasional.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda Manggarai Barat, para sponsor, komunitas lari, peserta, panitia, relawan, serta keluarga yang mendukung sejak persiapan hingga pelaksanaan acara.
Jadi Agenda Tahunan
Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, yang turut hadir dan mengikuti rute 5 km, mengapresiasi Komodo Runners atas terselenggaranya acara ini.
“Pemerintah daerah berterima kasih kepada Komodo Runners, Pak Bambang dan tim, atas pelaksanaan kegiatan ini. Harapan kami, ini bukan yang pertama dan terakhir. Tahun depan harus ada lagi, bahkan lebih meriah,” kata Wabup Weng.
Ia juga memberi semangat kepada peserta. “Bagi yang belum juara, jangan putus semangat. Siapa yang berolahraga, dialah yang sehat. Terima kasih karena telah menjaga keamanan selama kegiatan sehingga acara berjalan sukses.”
Cerita Para Pemenang
Marianus Sambe, pelari asal Bajawa, Ngada, NTT, berhasil menjadi juara kategori Umum Pria.
“Saya memang niat ikut kegiatan ini, persiapan sekitar tiga bulan. Jalurnya menantang karena ada tanjakan, tapi pemandangan Labuan Bajo sangat indah. Kemenangan ini saya dedikasikan untuk diri sendiri dan keluarga,” ungkapnya.
Pemenang Best Costume Pria, Joko asal Solo, Jawa Tengah, tampil unik dengan kostum formal lengkap kemeja dan membawa bendera merah putih.
“Baru dua hari di Labuan Bajo dan langsung ikut Komodo Run. Banyak yang bilang saya seperti mau ke kantor, bukan lari. Saya bawa bendera sebagai bukti cinta Indonesia dan Labuan Bajo. View Labuan Bajo memang tidak ada duanya,” tuturnya.
Komodo Run 2025 menjadi bukti bahwa sport tourism dapat berkembang pesat di Labuan Bajo. Panitia berharap ajang ini terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan yang mampu menarik lebih banyak peserta dari seluruh dunia.
Editor : Chellz


Tinggalkan Balasan