Labuan Bajo – Dua Anggota DPRD Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) Yopi Widiyanti dan Innocentius Peni bertengkar soal kualitas beras Lembor. Yopi menyebut kualitas beras Lembor buruk sedangkan Peni nilai beras Lembor berkualitas baik. Pertengkaran keduanya itu buat masyarakat bingung pegang omongan siapa.
Ketua DPD Nasdem Manggarai Barat, Yopi saat rapat Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Mabar 2024 menyampaikan curhat soal kualitas beras Lembor yang kian menurun. Berwarna kecoklatan hingga nasinya pahit.
“Pa Kadis, ini curhat saja. Dulu Lembor itu lumbung beras NTT. Tetapi akhir-akhir ini makan beras Lembor itu pahit. Warna berasnya coklat-coklat Kenapa ini pa Kadis?,” kata Yopi pada rapat itu.
Pernyataan Yopi itu dikomentari Innocentius Peni. Kader PAN itu membantah penilaian Yopi. Menurutnya masih banyak beras Lembor miliki kualitas bagus.
Peni kecewa pernyataan Yopi itu yang dilontarkan ditengah turunnya harga beras di kawasan Lembor. “Petani sudah susah dapat harga bagus diperparah lagi dengan berita yang begini,” kata Peni kesal sekaligus minta Yopi tidak menggeneralisir kualitas beras Lembor secara keseluruhan.
Komentar Peni direspon Yopi dengan menyebut Peni tidak paham situasi rapat Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati 2024 Yang digelar Senin lalu dimana dirinya curhat soal kualitas beras Lembor.
Yopi bahkan sebut menyebut koleganya dari PAN itu adalah adalah salah satu anggota Pansus, tetapi tidak ikut rapat Pansus.
“Ino Peni itu tidak hadir saat rapat Pansus. Jelaslah dia tidak tahu situasi di ruang rapat saat itu. Dan sendiri juga anggota Pansus,” ungkap Yopi dengan nada heran, sebagaimana ditulis fajar timur.
Yopi juga bantah dirinya tidak mengeneralisir semua beras dari Lembor itu berkualitas buruk. Namun, yang disampaikannya saat rapat Pansus LKPJ adalah sesuai dengan keluhan sejumlah petani di Lembor.
“Para petani sendiri mengeluh, harusnya yang saya tanyakan kepada Kepala Dinas itu menjadi bagian yang penting untuk petani. Karena dengan itu, Dinas lebih optimal lagi bekerja untuk masyarakat, terutama di persawahan Lembor,” jelas Yopi
Ia mengaku tidak punya niat untuk menjatuhkan petani Lembor, yang dilakukan justru untuk menyelesaikan persoalan yang dialami sebagian petani di Lembor.
“Memang kalau belinya per 50 kg, tidak temukan yang kualitas buruk. Tapi kalau kita beli dalam jumlah banyak, misalnya 1 ton, pasti ada beras yang tidak bagus” ujarnya.
Masyarakat Bingung
Miliano Jaban, seorang warga Lembor mengaku bingung dengan pertengkaran kedua anggota DPRD Manggarai Barat dari dapil III itu. Ia minta keduanya fokus pada solusi menyelesaikan persoalan petani.
“Peni benar, Yopi tidak boleh menggeneralisir kualitas beras Lembor, mestinya lebih komprehensif duduk soalnya,” jelas Miliano.
Miliano tidak membantah pernyataan Yopi. Menurut dia, tahun lalu ada areal persawahan Lembor yang terendam air imbas tingginya curah hujan. Kondisi itu buat padi siap panen terendam air.
“Padi yang terendam itulah yang buat kondisi beras kecoklat-coklatan dan nasinya pahit, namun tidak semua kawasan persawahan Lembor,” jelas Miliano sekaligus minta Yopi maupun Peni bersinergi mencarikan solusi terkait persoalan petani Lembor ketimbang berdebat hal yang tidak begitu penting.
Editor: Chelz


Tinggalkan Balasan