LABUAN BAJO – Perusahaan Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) meluncurkan program pendidikan bahasa inggris pariwisata kepada masyarakat Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pelatihan yang diikuti 30 peserta ini dimulai pada Selasa (17/6/2025) hingga dua pekan kedepan.
Pelatihan dengan tajuk âHospitality English in Action: Confident Communication for Tourismâbekerjasama dengan Politeknik Elbajo Commodus Labuan Bajo dan bertempat di tanah mori room gedung Golo Mori Convention Center (GMCC).
General Manager The Golo Mori, Wahyuaji Munarwiyanto mengatakan pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan bahasa inggris dasar yang aplikatif dalam layanan wisata seperti menyambut tamu, memberi arahan, dan menjelaskan destinasi di sekitar Golo Mori.
Lebih lanjut Wahyuaji mengatakan kegiatan ini juga merupakan kelanjutan dari semangat penguatan kapasitas masyarakat desa penyangga di sekitar kawasan strategis nasional (KSN) Labuan Bajo.Program ini juga mendorong terciptanya “local pride” dan ownership atas potensi pariwisata.
“Ini merupakan wujud kepedulian ITDC pada pengembangan pariwisata Desa Golo Mori. Berharap akan memberikan kontribusi pada pengembangan kapasitas masyarakat desa dalam pengembangan desa wisata,” kata Selasa (17/6/2025).
Wahyuaji menegaskan ITDC memiliki tiga pilar utama dalam pengembangan bisnis yaitu masyarakat, budaya dan lingkungan. Pelatihan bahasa inggris pariwisata yang dilakukan ini kata dia, sejalan dengan misi IDTC dalam menyiapkan masyarakat untuk mengoptimalkan potensi desa wisata.
“Kegiatan ini merupakan dukungan ITDC bagi pengembangan masyarakat menjadi komunikator. Rama tamah harus didukung dengan komunikasi yang baik,” tegasnya.
Wahyuaji berharap peserta pelatihan dapat menjadi pemain utama bagi pembangunan pariwisata Desa Golo Mori. “Kami berharap pelatihan ini bermanfaat untuk kemajuan desa Golo Mori kedepan,” kata wahyuaji.
Sementara Kepala Desa Golo Mori, Samaila mengatakan dukungan ITDC dalam pengembangan kapasitas masyarakat desa Golo Mori sejalan dengan kebutuhan desa. Menurut dia Desa Golo Mori mulai dikenal dengan desa wisata, karena itu pelatihan-pelatihan dalam pengembangan wisata perlu dilakukan.
“Pelatihan ini tentu bermanfaat bagi pembangunan golo mori kedepannya dan mewujudkan masyarak golo Mori lebih sejahter,” kata Samaila.
Dominikus Seno, Dosen Politeknik Elbajo Commodus mengatakan Kampus Elbajo selalu mendukung upaya berbagai pihak dalam pengembangan pariwisata terutama wisata berbasisi masyarakat.
“Pengembangan desa wisata merupakan bagian yang selama ini menjadi perhatian kampus Elbajo. Kami tentu mendukung upaya-upaya peningkatan kapasitas maupun hal lain yang berbasis masyarakat,” pungkasnya.***
Editor : Chelluz


Tinggalkan Balasan