JAKARTA – Kasus keracunan pada Makanan Bergizi Gratis (MBG) terus berulang. Pada Agustus ini saja telah tercatat kasus dugaan keracunan MBG di beberapa sekolah. Kasus diduga keracunan MBG terjadi di SMP Negeri 3 Berbah, Rabu (27/8). Sebanyak 135 siswa dan dua guru mengalami gejala mual, bahkan 29 dari mereka juga diare.
Sebelumnya, Rabu (13/8), keracunan MBG dialami sebanyak 379 siswa dari beberapa sekolah di Kecamatan Mlati, Sleman, yaitu SMP Muhammadiyah 1, SMP Muhammadiyah 3, SMPN 3, dan SMP Pamungkas.
Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (Badan POM) mencatatkan kasus keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sampai saat ini mencapai 17 kejadian di 10 provinsi. Kejadian luar biasa keracunan MBG ini disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya adanya kontaminasi awal bahan pangan.
“Kejadian luar biasa keracunan pangan pada program MBG 2025 menurut data yang kami miliki ada 17 kejadian luar biasa keracunan pangan terkait dengan MBG di 10 provinsi yang teridentifikasi,” ungkap Kepala Badan POM Taruna Ikrar dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX DPR RI, Kamis (15/5).
Kontaminasi Jadi Penyebab
Badan POM menyebut sumber kontaminasi pada bahan mentah atau saat pengolahan serta penyimpanan makanan yang diduga menjadi penyebab kasus keracunan MBG.
“Dengan sumber kontaminasi bahan mentah lingkungan pengelola, penjamin, dan kita belajar dari kondisi kejadian ini supaya berikutnya tidak terjadi lagi,” ujar Ikrar.
Selain itu, penyebab lainnya adalah adanya pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri yang dipengaruhi oleh suhu dan waktu penyimpanan serta pengolahan makanan.
“Contohnya ada beberapa makanan dimasak terlalu cepat, sehingga lambat distribusikan. Sehingga menimbulkan kejadian luar biasa atau pada anak-anak kita,” tegasnya.
Kegagalan pengendalian keamanan pangan yang berhubungan dengan sanitasi dan higienitas juga menjadi persoalan masih terjadinya kasus keracunan makanan ini.
Untuk itu, menurutnya perlu dilakukan evaluasi terhadap dapur yang memproduksi MBG sejauh ini. Pihaknya sendiri menyatakan siap untuk memberikan pendampingan berkaitan sistem yang tepat di dapur yang memproduksi MBG.
“Badan POM berkomitmen untuk memberikan pendampingan pada petugas khususnya yang berhubungan dengan dapur yang menyiapkan MBG,” tandasnya.
DPR RI Marah-Marah
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta agar kasus keracunan siswa sekolah akibat mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) tak terulang kembali di masa mendatang, saat dia merespons kasus yang terjadi di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT)
“Kita harapkan bahwa kejadian-kejadian yang seperti itu tidak terulang,” kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, hari ini.
Dia mengatakan Badan Gizi Nasional (BGN) sudah mempunyai sistem baru dalam melakukan supervisi terkait program MBG.
Menurut dia, sistem tersebut akan mengecek berbagai aspek pelaksanaan MBG di lapangan. “Baik untuk mengecek kualitas makanan, distribusi, maupun dari sisi pembayaran dari MBG ke dapur,” kata dia. ***


Tinggalkan Balasan