LABUAN BAJO — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) resmi menggelar Kick Off Floratama Academy (FA) 2026 pada Senin (20/4/2026) secara hybrid. Program unggulan yang telah memasuki tahun keenam sejak diluncurkan pada 2021 ini difokuskan pada penguatan kapasitas pelaku usaha di sektor pangan lokal.

Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menegaskan bahwa penguatan rantai pasok pangan menjadi kunci utama dalam mendukung keberlanjutan sektor pariwisata di Labuan Bajo yang terus berkembang pesat.

Menurutnya, ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah masih menjadi tantangan besar. Hal ini menunjukkan belum optimalnya keterhubungan antara produksi lokal—petani, nelayan, dan pelaku usaha pangan—dengan industri pariwisata.

“Melalui Floratama Academy 2026, kami ingin menjawab persoalan tersebut dengan meningkatkan kapasitas pelaku usaha sekaligus mendorong hadirnya produk pangan berkualitas dan efisien,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andhy menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga membuka akses jejaring, pasar, serta peluang pengembangan usaha bagi para peserta. Dengan demikian, diharapkan tercipta sistem rantai pasok pangan lokal yang lebih stabil, efisien, dan berkelanjutan.

Dari sisi pemerintah pusat, Asisten Deputi Sistem Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Muhamad Mawardi, menekankan pentingnya kemandirian pangan berbasis potensi lokal.

Ia menyebut, optimalisasi sumber daya dari kebun dan laut tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi nilai tambah bagi daya tarik destinasi wisata.

“Melalui pendekatan inkubasi seperti Floratama Academy, petani dan nelayan didorong untuk meningkatkan kapasitas, termasuk dalam hal sertifikasi produk dan akses pasar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Manggarai Barat, Fatinci Reynilda, menegaskan pentingnya regulasi daerah dalam mendorong penggunaan pangan lokal.

Ia mengungkapkan, pemerintah daerah tengah menyiapkan kebijakan berupa Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur standar penggunaan label pangan lokal. Salah satu ketentuannya adalah minimal 60 persen bahan baku harus berasal dari wilayah Manggarai Barat.

“Kami ingin memastikan label pangan lokal benar-benar mencerminkan keaslian bahan baku, bukan sekadar tenaga kerja lokal,” tegasnya.

Kegiatan Kick Off ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, baik secara daring maupun luring, termasuk perwakilan pemerintah, pelaku usaha, hingga alumni Floratama Academy 2025 seperti Beo Coffee Flores dan Strong Garden.

Floratama Academy 2026 akan berlangsung dalam beberapa tahapan, mulai dari pendaftaran dan kurasi hingga bootcamp dan mentoring lanjutan. Pada tahap bootcamp, sebanyak 30 peserta terbaik akan mendapatkan pendampingan langsung di lapangan (on farm) oleh tenaga ahli hortikultura.

Program ini terbuka bagi pelaku usaha pangan lokal, unit usaha berbasis komunitas desa, serta petani dan peternak di kawasan Manggarai Raya.

Melalui Floratama Academy 2026, BPOLBF menegaskan komitmennya dalam membangun pariwisata berkualitas dan berkelanjutan dengan menjadikan pelaku usaha lokal sebagai pilar utama penggerak ekonomi daerah.

Untuk informasi dan pendaftaran, masyarakat dapat mengakses tautan berikut: Daftar Floratama Academy 2026

 

Editor : Chellz