Labuan Bajo – Bazar Ramadhan di Dermaga Nusantara Waterfront City Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur yang menjual bergama takjil dan makanan lokal diburu turis asing hingga umat non Muslim (Nonis).
“Bule hampir setiap hari ada datang beli dagangan kami. Setiap hari pasti ada bule yang datang belanja, mereka (bule) suka dengan jajajanan lokal,” ujar Ernaju, salah satu pedagang Takjil, Senin (24/3/2025).
Ernaju senang, suasana bulan Suci Ramadan tahun ini turut diramaikan umat dari berbagai lintas agama, pun demikian para turis mancanegara yang tak mau ketinggalan.
Dia tak mempermasalahkan hal tersebut. Sebaliknya, justru bagus baginya untuk saling memahami atau toleransi. Sisi lain, makin banyak pengunjung pastinya pendapatan juga bertambah.
“Bahkan peserta bazar ada juga yang non-Muslim. Begitu juga yang belanja kebanyakan dari non-Muslim. Antusias mereka tinggi sekali, setiap hari pasti ramai,” ungkapnya.
Bazar Ramadhan ini diselenggarakan oleh Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) DPC Manggarai Barat dengan melibatkan 102 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berlangsung sepanjang bulan Ramadhan.
Tersedia beragam takjil mulai dari es buah, es cendol, bubur kacang ijo dan kolak. Berbagai jenis kue juga tersedia. Adapula takjil dari olahan ikan hingga ceker ayam selain itu juga tersedia ikan bakar khas Labuan Bajo. Harga takjil bervariasi mulai Rp 2.500 hingga Rp 35.000.
Ketua DPC IWAPI Manggarai Barat, Maria Srikandi Latubatara mengatakan, bazar Ramadhan merupakan salah satu program kerja mereka, untuk bantu membangkitkan perekonomian pelaku UMKM lokal.
“Kami sudah menetapkan ini sebagai agenda tahunan, karena salah satu visi IWAPI adalah mendongkrak pertumbuhan ekonomi UMKM,” ujar Maria, Senin (24/3/2025).
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, dan UMKM (Disnakertranskopumkm) Manggarai Barat, Theresia P. Asmon, menilai Bazar Ramadan menjadi momentum bagi pelaku UMKM untuk saling mendukung serta bersaing secara sehat.
“Di sini kita lihat banyak inisiatif baru. Ada produk makanan yang inovatif dan viral saat Ramadhan, termasuk dari pelaku usaha pemula yang selama ini belum terlihat aktif berjualan,” katanya. **
Editor : Chellz


Tinggalkan Balasan