LABUAN BAJO— Bagi wisatawan yang ingin menjelajahi keindahan Nusa Tenggara Timur, wisata Flores kini semakin menarik dengan hadirnya land trip Flores sebagai alternatif Komodo setelah penutupan sementara pelayaran ke Taman Nasional Komodo. Jalur darat ini memungkinkan wisatawan menikmati keindahan alam, budaya, dan kuliner Flores tanpa harus mengandalkan kapal.

“Awalnya kami ingin ikut liveaboard ke Komodo, tapi karena ditutup, land trip Flores jadi pilihan tepat. Rutenya lengkap, mulai dari desa adat, sawah terasering, hingga pantai tersembunyi,” kata Rina wisatawan asal Jakarta, Minggu (18/1/2026)

Land trip Flores menawarkan pengalaman wisata lengkap dari Labuan Bajo hingga Ende dengan mengunjungi berbagai obyek wisata populer dan tersembunyi, antara lain:

  • Labuan Bajo: Pantai Pede, Desa Wisata Warloka, Baru Cermin, Cunca Plias Waterfall, Amelia Hill
  • Ruteng: Sawah terasering Cancar, Ruteng Manggarai Heritage, dan Goa Liang Bua, Wae Rebo, Kampung Adat Ruteng Pu’u.
  • Bajawa: Desa tradisional Bena dan Luba, pemandian air panas Soa, Gunung Inerie.
  • Moni dan Kelimutu (Ende): Danau Tiga Warna Kelimutu, trekking sunrise, serta desa adat setempat.
  • Pantai timur Flores: Pantai Waiara dan pantai-pantai alami sekitar Ende.

“Kami mendorong wisatawan memanfaatkan land trip Flores. Selain aman saat pelayaran ditutup, wisata ini juga memperkenalkan budaya lokal dan kuliner khas Flores secara lebih mendalam,” ujar Frans Hambut pelaku wisata Labuan Bajo.

Hambut mengatakan pelaku pariwisata di Labuan Bajo mulai menawarkan paket land trip Flores yang lengkap, termasuk transportasi pribadi, guide berpengalaman, trekking, homestay, dan kuliner tradisional.

Menurut dia, wisata Flores tidak hanya menjadi alternatif ketika akses ke Komodo dibatasi, tetapi juga membuka peluang bagi wisatawan mengeksplor sisi lain Flores yang jarang diketahui publik.

 

Editor : Chellz