LABUAN BAJO – Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Manggarai Barat mengumumkan hasil seleksi calon anggota tahun 2026. Dari 232 peserta yang mengikuti tahapan verifikasi berkas dan wawancara sejak 24 Februari hingga 2 Maret 2026, sebanyak 224 orang dinyatakan lulus.

Seleksi tersebut diikuti 11 perempuan dan 221 laki-laki dengan latar belakang pengalaman, pendidikan, serta kemampuan bahasa yang beragam. Proses verifikasi dan wawancara dilakukan oleh tim yang terdiri dari pengurus organisasi, pramuwisata senior, serta tim independen.

Ketua DPD HPI Manggarai Barat, Aloysius Suhartim Karya, mengatakan seleksi ini bertujuan memastikan setiap anggota yang bergabung memiliki kompetensi dan integritas sebagai pramuwisata.

“Seleksi ini tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga untuk memastikan kualitas dan kesiapan anggota dalam mendukung pariwisata Manggarai Barat,” ujarnya.

Berdasarkan hasil evaluasi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap, sebanyak 224 peserta dinyatakan lulus, terdiri dari 11 perempuan dan 213 laki-laki. Sementara itu, 8 peserta tidak lulus. Dari jumlah tersebut, 3 orang tidak mengikuti wawancara dan 5 orang tidak memenuhi persyaratan administrasi.

Peserta yang dinyatakan lulus akan melanjutkan ke tahapan berikutnya sesuai mekanisme organisasi.

Dari sisi latar belakang pendidikan, peserta yang lulus terdiri atas 63 orang sarjana (S1), 11 orang diploma, 102 orang lulusan SMK, dan 48 orang lulusan SMA.

Adapun kemampuan bahasa yang dimiliki peserta meliputi Bahasa Inggris–Indonesia sebanyak 214 orang, Bahasa Mandarin 4 orang, Bahasa Jepang 3 orang, serta masing-masing satu orang untuk Bahasa Prancis, Bahasa Spanyol, dan Bahasa Jerman.

Menurut Aloysius, kemampuan bahasa asing tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelayanan kepada wisatawan, khususnya di destinasi Labuan Bajo dan sekitarnya.

HPI Manggarai Barat menegaskan bahwa proses seleksi ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme pramuwisata serta mendukung pembangunan pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan di Manggarai Barat.