LABUAN BAJO — Kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Wae Lolos, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, mengalami lonjakan signifikan sepanjang 2025. Namun di balik capaian tersebut, kesiapan infrastruktur dan pemerataan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal kini menjadi sorotan.
Berdasarkan data pengelola, sepanjang 2025 Desa Wisata Wae Lolos dikunjungi 14.657 wisatawan, dengan wisatawan mancanegara mendominasi jumlah kunjungan. Angka ini menunjukkan daya tarik Wae Lolos sebagai destinasi alam berbasis desa mulai dikenal luas di pasar global.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, Robert Perkasa, mengakui lonjakan kunjungan membawa dampak positif bagi ekonomi warga, terutama bagi pelaku usaha kecil di desa.
“Kunjungan yang tinggi ini sangat membantu masyarakat. Warga terlibat langsung sebagai pemandu lokal, penyedia homestay, hingga penjual kuliner dan kerajinan,” ujar Robert.
Meski demikian, Robert menegaskan bahwa peningkatan jumlah wisatawan belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan fasilitas pendukung. Beberapa infrastruktur dasar dinilai masih membutuhkan perhatian serius.
“Kami bersyukur dengan antusiasme wisatawan, tapi harus jujur diakui, fasilitas seperti toilet umum, jalur trekking, dan titik istirahat masih terbatas. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama,” katanya.
Menurutnya, tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, lonjakan kunjungan justru berpotensi menimbulkan persoalan baru, baik bagi kenyamanan wisatawan maupun kelestarian alam.
“Kami tidak ingin pariwisata berkembang tapi merusak alam atau membebani masyarakat. Prinsipnya, pariwisata harus tumbuh seimbang dan berkelanjutan,” tegas Robert.
Ia berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian lebih melalui program pendampingan dan penguatan sarana pendukung desa wisata.
“Kalau dikelola dengan baik, Wae Lolos bisa menjadi contoh desa wisata berkelanjutan di Manggarai Barat. Potensinya besar, tinggal bagaimana dikelola secara serius,” pungkasnya.
Dengan tren kunjungan yang terus meningkat, Desa Wisata Wae Lolos kini berada pada persimpangan penting: antara peluang ekonomi yang menjanjikan dan tantangan pengelolaan yang menuntut kolaborasi lintas sektor.
Editor : Chellz


Tinggalkan Balasan