LABUAN BAJO– Festival Golo Koe 2026 resmi bergulir dengan dimulainya perarakan Patung Bunda Maria Asumpta Nusantara yang akan berziarah ke 26 paroki di wilayah Keuskupan Labuan Bajo sebelum mencapai puncak perayaan pada Agustus mendatang.
Perjalanan rohani yang dimulai dari Paroki Wae Nakeng menuju Paroki Lengko Cepang ini menjadi simbol penguatan nilai spiritual, kebersamaan, dan harmoni sosial yang menjadi ruh Festival Golo Koe.
Festival yang memasuki tahun kelima penyelenggaraannya ini kembali mengangkat tema “Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan.” Selain menjadi agenda religius, Festival Golo Koe juga terus berkembang sebagai atraksi wisata budaya yang berhasil masuk dalam daftar 10 besar Kharisma Event Nusantara (KEN) selama dua tahun berturut-turut.
Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, mengatakan Festival Golo Koe telah menjadi salah satu event strategis yang memperkuat citra Labuan Bajo Flores sebagai destinasi wisata yang memadukan kekayaan budaya, spiritualitas, dan keindahan alam.
“Festival Golo Koe merupakan salah satu event strategis yang tidak hanya memperkuat nilai spiritual dan budaya masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi dalam pengembangan pariwisata di Labuan Bajo Flores. Masuknya Festival Golo Koe dalam jajaran 10 besar Kharisma Event Nusantara menjadi bukti bahwa event ini memiliki daya tarik dan kualitas yang diakui secara nasional,” kata Andhy.
Menurutnya, sinergi antara tradisi, kepercayaan, dan pariwisata menjadi fondasi penting dalam mendorong diversifikasi destinasi sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Sementara itu, Uskup Keuskupan Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus menilai perarakan Patung Bunda Maria bukan hanya menjadi perjalanan iman umat Katolik, tetapi juga ruang memperkuat persaudaraan lintas agama.
Hal itu terlihat dari sambutan masyarakat Desa Nanga Lili yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk umat Muslim. Penyambutan dilakukan melalui prosesi adat pengalungan dan tarian pelajar sebagai simbol penghormatan dan kebersamaan.
Puncak Festival Golo Koe 2026 akan berlangsung pada 10–15 Agustus mendatang. Agenda yang paling dinantikan adalah prosesi akbar 14 Agustus, saat Patung Bunda Maria Asumpta Nusantara diarak melalui laut menuju Marina Waterfront Labuan Bajo, kemudian dilanjutkan prosesi darat menuju Gua Maria Golo Koe yang diperkirakan akan diikuti ribuan umat dan wisatawan.**


Tinggalkan Balasan