LABUAN BAJO – Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat lonjakan signifikan pada jumlah penumpang yang datang dan berangkat selama periode Juli hingga September 2025.

‎Rata-rata harian penumpang menembus angka 4.114 orang, menandakan tingginya minat wisatawan ke destinasi super prioritas Labuan Bajo.

‎Koordinator Humas Bandara Komodo, Marwa Hamzah, menjelaskan periode tiga bulan terakhir merupakan high season bagi Labuan Bajo selain itu faktor kondisi cuaca menjadi faktor pendukung sebagai peningkatan jumlah kunjungan tersebut.

“Cuaca yang berada pada musim panas (summer) sangat mendukung aktivitas perjalanan ke pulau-pulau wisata,” ujar Marwah, Selasa 13 Oktober 2025.

Peningkatan okupansi ini turut dinikmati oleh sejumlah maskapai. Lion Air Group, yang meliputi Batik Air, Super Air Jet, dan Wings Air, menunjukkan pertumbuhan penumpang paling pesat.

Marwa mengungkapkan strategi Lion Air Group membuka berbagai rute baru ke destinasi utama seperti Jakarta, Denpasar, Surabaya, Lombok, Ende, Bima, Maumere, Kupang, dan Bajawa, menjadi kunci sukses.

“Ini memberikan lebih banyak pilihan penerbangan bagi penumpang,” katanya.

Sebaliknya, maskapai Citilink mengalami penurunan jumlah penumpang. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan rute, yakni hanya melayani rute Jakarta dengan frekuensi terbatas pada hari Kamis dan Minggu.

‎Dalam hal popularitas rute, Denpasar, Jakarta, dan Lombok menjadi yang paling diminati. Ketiga rute ini berperan sebagai penghubung penting menuju berbagai destinasi wisata antardaerah serta pusat kegiatan bisnis.

Sementara itu, rute Bima tergolong sepi peminat. Marwa menjelaskan, rendahnya permintaan penumpang dan keberadaan alternatif transportasi laut dengan harga lebih terjangkau menjadi alasan utama masyarakat memilih moda transportasi lain.

‎Tingginya angka penumpang selama musim panas ini menegaskan posisi Labuan Bajo sebagai magnet wisata yang kuat, terutama saat kondisi cuaca mendukung perjalanan wisata bahari.***

Editor : Chellz