LABUAN BAJO – Video penolakan warga Nanga Na’e, Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, viral di media sosial Facebook pada Sabtu (27/12/2025). Ratusan warga menolak rencana pembangunan Kantor Koperasi Merah Putih (KKMP) di lapangan Sekolah Dasar Inpres (SDI) Nanga Na’e.

Penolakan disampaikan langsung di hadapan Camat Komodo Marianto Martinus, Kapolsek Komodo IPTU Eka Dharma Yudha, anggota Polsek, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.

Warga menegaskan tidak menolak kehadiran Koperasi Merah Putih, namun menilai lokasi pembangunan tidak tepat karena menggunakan lapangan sekolah yang menjadi fasilitas pendidikan dan ruang bermain anak.

“Kami tidak menolak koperasi, tapi menolak pembangunannya di lapangan sekolah. Ini tanah untuk pendidikan dan masa depan anak-anak,” tegas warga.

Warga menyebut masih banyak lahan desa lain yang dapat dimanfaatkan, termasuk lahan di sekitar Kantor Desa Macang Tanggar. Selain itu, rencana pembangunan dinilai tidak melalui musyawarah desa dan tanpa koordinasi dengan masyarakat.

Dalam video yang beredar, sempat terjadi perdebatan antara warga dan aparat. Warga meminta agar aspirasi mereka tidak diintervensi dan menegaskan penolakan sebagai orang tua murid.

Menanggapi hal tersebut, Camat Komodo Marianto Martinus menyatakan akan meninjau lokasi alternatif yang diusulkan warga. Namun pernyataan tersebut kembali ditolak karena warga menegaskan lapangan SDI Nanga Na’e merupakan tanah milik masyarakat yang telah diserahkan khusus untuk kepentingan pendidikan.

“Kalau lapangan ini dibangun, anak-anak kami mau bermain dan berolahraga di mana?” ujar seorang warga.

Warga pun meminta pemerintah memindahkan pembangunan Kantor Koperasi Merah Putih ke lahan Kantor Desa atau lokasi lain yang tidak mengganggu kepentingan pendidikan.

 

Editor : Chellz