RUTENG— Intensitas hujan yang meningkat dalam dua hari terakhir membuat BPBD Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengimbau masyarakat untuk siaga menghadapi risiko bencana seperti banjir, longsor, dan angin kencang.
Kepala BPBD Kabupaten Manggarai Stefanus Tawar, menegaskan kondisi cuaca ekstrem ini menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga, khususnya di wilayah rawan longsor, bantaran sungai, dan permukiman yang sering terdampak genangan air.
“Cuaca yang tidak menentu dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi. Kita mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengurangi aktivitas di luar rumah saat hujan lebat, dan segera melapor jika ada tanda-tanda bencana,” kata Stefanus, Senin (12/01/2026).
Selain itu, Stefanus mengajak pemerintah desa, kecamatan, TNI-Polri, dan relawan kebencanaan untuk meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan di wilayah masing-masing. Langkah ini penting agar respon terhadap bencana bisa cepat dan dampak seminimal mungkin.
BMKG memprakirakan, hujan lebat disertai petir akan terjadi di Reok Barat dan Satar Mese, sementara hujan ringan diprediksi melanda Ruteng, Cibal Reok, Cibal Barat, dan sebagian Satar Mese. Cuaca kabut atau asap berpotensi muncul di beberapa wilayah pegunungan, sedangkan beberapa kecamatan diperkirakan berawan.
BPBD menegaskan, masyarakat tidak panik, namun tetap proaktif memantau cuaca, menjaga keamanan keluarga, dan mempersiapkan langkah antisipatif menghadapi potensi bencana.
Editor : Chellz


Tinggalkan Balasan