LABUAN BAJO – Angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, selama sepekan terakhir tidak hanya menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat, tetapi juga berdampak signifikan pada sektor pariwisata. Salah satu destinasi populer, Air Terjun Cunca Rami di Desa Wisata Golo Ndaring, Kecamatan Sano Nggoang, dilaporkan mengalami kerusakan pada sejumlah sarana penunjang.

Kepala Desa Golo Ndaring, Benediktus Alfian Wanggur, menyatakan bahwa angin kencang menyebabkan satu rumpun bambu besar tumbang menimpa fasilitas publik di lokasi wisata. Dampak langsungnya terlihat pada dua unit bangunan penting: homestay dan toilet umum.

“Kondisi bangunan rusak parah. Homestay sudah pasti tidak dapat dimanfaatkan lagi, sedangkan bangunan toiletnya mengalami kerusakan ringan,” ujar Benediktus.

Selain kerusakan fisik pada infrastruktur, cuaca ekstrem juga mengganggu lingkungan sekitar. Luapan air dari aliran sungai menyebabkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Wae Racang tergerus banjir. Warga setempat mulai khawatir karena kondisi ini mengancam kelangsungan lahan pertanian di sepanjang aliran sungai.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Desa Golo Ndaring bersama warga bergerak cepat mendata kerugian dan dampak lingkungan. Aksi gotong-royong dilakukan untuk membersihkan material bambu yang menimpa bangunan, Jumat kemarin.

Benediktus menambahkan, pihaknya tengah menyusun laporan resmi untuk segera disampaikan ke otoritas terkait:

“Kami sedang membuat laporan resmi terkait kejadian ini kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat dan instansi terkait lainnya agar segera mendapat perhatian dan penanganan,” pungkasnya.

Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan infrastruktur wisata menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi di wilayah Manggarai Barat.

 

Editor : Chellz