JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem dan mengimbau masyarakat di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan pada Senin. Peringatan ini dikeluarkan menyusul adanya gangguan dinamika atmosfer yang berpotensi memicu hujan lebat hingga sangat lebat di berbagai wilayah.

BMKG memantau keberadaan bibit siklon 96S di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat serta bibit siklon 98S di wilayah daratan Australia bagian utara. Meski potensi berkembang menjadi siklon tropis masih tergolong rendah, kedua sistem tersebut memicu terbentuknya daerah konvergensi dan peningkatan kecepatan angin yang berdampak pada pertumbuhan awan hujan di Indonesia.

“Keberadaan bibit siklon ini dapat meningkatkan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

BMKG mengimbau masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, serta Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk waspada terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Selain itu, potensi hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sejumlah kota besar, di antaranya Pekanbaru, Pangkalpinang, Jambi, Palangkaraya, Banjarmasin, dan Kupang.

BMKG mengingatkan masyarakat agar terus memantau perkembangan cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG. “Masyarakat diharapkan tetap waspada dan berhati-hati, terutama saat beraktivitas di luar ruangan, serta menghindari lokasi rawan bencana ketika hujan lebat terjadi,” imbau BMKG.

Masyarakat juga diminta memastikan kesiapan perlengkapan keselamatan dan alat komunikasi, serta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

 

Editor : Chellz