BALI – InJourney, holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, memasuki tahun keempat operasionalnya dengan menegaskan komitmen terhadap pariwisata berkelanjutan melalui berbagai inisiatif hijau yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney telah menjalankan berbagai inisiatif strategis, mulai dari transformasi bandara, pengembangan destinasi wisata seperti Borobudur, Taman Mini Indonesia Indah, The Mandalika, hingga International Medical Tourism di KEK Sanur.

Bertajuk “InJourney 4 Tahun Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia”, InJourney menekankan keberlanjutan sebagai kerangka berpikir dalam setiap proyek.

Herdy Harman, Direktur SDM dan Digital InJourney, menegaskan bahwa inisiatif ini bertujuan menciptakan dampak positif yang terukur, konsisten, dan berkelanjutan.

Selain itu, InJourney berkomitmen menurunkan emisi sebesar 4.000 ton CO₂e sebagai bagian dari dukungan terhadap target Net Zero Emission Indonesia, sekaligus memperkuat peran perusahaan sebagai pencipta nilai ekonomi dan agen pembangunan nasional.

Selain itu, Destinasi wisata premium The Nusa Dua kini mengoperasikan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) untuk menghasilkan air bersih dari air laut, menjadikannya kawasan wisata pertama di Indonesia dengan izin resmi pengolahan air laut oleh KKP.

InJourney melalui anak usaha ITDC menerapkan SWRO untuk menghasilkan air bersih hingga 1.314.000 m³ per tahun, dengan kapasitas saat ini 331.382 m³ air bersih selama tiga bulan uji coba. Teknologi ini mengurangi ketergantungan terhadap air tanah, meningkatkan ketahanan air kawasan, dan mendukung operasional pariwisata berkelanjutan.

Troy Warokka, Direktur Operasi ITDC, menegaskan fasilitas ini merupakan bagian dari inisiatif hijau yang meliputi pengelolaan air limbah (IPAL), waste management terintegrasi, dan reclaim water.

Sedangkan Anag Agung Istri Ratna Dewi, Direktur Utama ITDC Nusantara Utilitasemegaskan SWRO memastikan pasokan air bersih yang stabil tanpa mengorbankan lingkungan.

 

Editor : Chellz