Labuan Bajo – Lampu penerangan jalan umum (PJU) di sentra pariwisata Kota Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak nyala, wisatawan sering terlihat jalan dalam kegelaan. Merespon hal itu, DPRD setempat minta Bupati Edistasius Endi dan Wakil Bupati Yulianus Weng (Edi- Weng) stop masa bodoh.
Hal itu, sebagaimana diungkapkan Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Inocentius Peni. Ia menegaskan Fasilitas PJU telah dibangun Pemerintah Pusat, harusnya pemerintah Manggarai Barat manfaatkan dengan optimal.
Menurut dia, kondisi ini membuat pengguna jalan tidak nyaman terutama wisatawan. Selain itu, berdampak buruk pada citra pariwisata Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas.
“Hotel-hotel itu membayar penerangan jalan tapi mengapa tamu-tamu mereka jalan dalam kegelapan”, ungkap Innocentius, saat dijumpai di Labuan Bajo, Selasa (25/2/2025).
Legislator PAN itu mendesak pemerintah daerah setempat untuk serius menangani hal itu, jangan masa bodoh. Sebab, kondisi ini sudah berlangsung lama. “Karena itu kita minta pemerintah perhatikan secara serius ini barang,” pungkasnya.
Wisatawan Terperosok
JPU yang dibiarkan tidak nyala membuat banyak wisatawan jalan dalam kegelapan. Wisatawan asing terpaksa menggunakan senter handpone sebagai sarana penerangan dimalam hari. Padahal, dilokasi tersebut terdapat lampu penerangan jalan, namun tidak difungsikan.
Tahun lalu, dua orang turis asing asal Spanyol dan Denmark harus mengalami musibah akibat pemerintah tidak mengoptimalkan fasilitas JPU yang telah dibangun.
Saat melintas di jalan raya pede, Gorontalo keduanya terperosok kedalam got drainase. Turis Spanyol bernama Daniel mendapat dua jahitan di kaki bagian kiri, dan harus menerima vaksin untuk mencegah infeksi tetanus karena terkena besi karat.
Mayo, Resort Manager Sudamala Komodo mengatakan kedua turis asing tersebut merupakan tamu Sudamala Resort. Dirinya menyayangkan kejadian tersebut, apalagi menimpa turis mancanegara.
Mayo mengungkapkan, pihaknya selama ini banyak mendapat keluhan dari wisatawan asing terkait sarana prasarana di Labuan Bajo, paling banyak dikeluhkan adalah lampu jalan yang tidak berfungsi saat malam hari.
“Mayoritas tamu-tamu kita dari Eropa suka jalan kaki, keluhan paling banyak soal lampu jalan, kadang mereka pakai senter hape. Dan kami selalu meneruskan keluhan ini ke pemerintah, kami tidak diam” ungkapnya.***
Editor : Chellz


Tinggalkan Balasan