LABUAN BAJO — Sistem penjagaan di Mapolres Manggarai Barat menjadi perhatian setelah terjadi ketegangan antara seorang jurnalis MetroTV, Chelluz Pahun, dan anggota polisi yang bertugas di pos penjagaan pada Minggu (13/9) siang.

Selama ini, sejumlah jurnalis yang rutin menjalankan tugas peliputan di Mapolres Manggarai Barat telah memiliki pola komunikasi tersendiri dengan petugas penjagaan. Jurnalis terkadang cukup membunyikan klakson, menganggukkan kepala, atau melakukan kontak mata dengan petugas sebelum memasuki lingkungan Mapolres.

Hal tersebut terjadi karena jurnalis dan anggota kepolisian di lingkungan Mapolres sudah sering bertemu dalam aktivitas peliputan maupun kegiatan kepolisian.

Hubungan kerja antara pimpinan Polres Manggarai Barat dan kalangan jurnalis juga selama ini terlihat dalam penyediaan fasilitas khusus bagi wartawan di lingkungan Mapolres.

Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang menyediakan tempat khusus bagi jurnalis yang berada di sekitar pos penjagaan. Area tersebut dilengkapi meja dan kursi yang dapat digunakan wartawan untuk bekerja maupun menjadi tempat berkumpul ketika menunggu agenda kepolisian.

Di lokasi tersebut juga tersedia colokan listrik serta akses Wi-Fi yang dapat digunakan jurnalis untuk menunjang aktivitas peliputan dan pengiriman berita.

Keberadaan fasilitas tersebut membuat area sekitar pos penjagaan menjadi salah satu titik berkumpul jurnalis ketika berada di Mapolres Manggarai Barat.

Dalam kondisi tersebut, petugas penjagaan juga kerap bertemu dengan jurnalis yang keluar-masuk lingkungan Mapolres untuk menjalankan tugas.

Namun, pada Minggu (13/9), pola komunikasi tersebut berubah ketika Chelluz Pahun memasuki lingkungan Mapolres.

Diteriaki di Pos Penjagaan

Chelluz mengaku langsung diteriaki oleh Bripka Muhammad yang saat itu bertugas di pos penjagaan.

Menurut Chelluz, Muhammad mempertanyakan alasan dirinya masuk ke lingkungan Mapolres tanpa berhenti terlebih dahulu di pos penjagaan dan tidak menyampaikan kepentingannya kepada petugas.

Chelluz kemudian mendatangi pos penjagaan untuk mempertanyakan cara Muhammad menegurnya.

Teriakan tersebut disebut menarik perhatian sejumlah warga yang berada di pendopo depan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Ketegangan meningkat ketika Muhammad mempersoalkan posisi tangan kiri Chelluz yang berada di dalam saku celana.

“Jangan begitu kau, keluarkan tanganmu dari saku,” kata Muhammad dengan nada tinggi, menurut Cheluz.

Chelluz menjelaskan bahwa memasukkan tangan ke dalam saku merupakan kebiasaannya dan tidak dimaksudkan sebagai bentuk sikap tidak hormat kepada petugas.

Ketegangan antara keduanya kemudian nyaris berujung adu jotos.

Menurut Cheluz, Muhammad juga sempat mengatakan akan mengusirnya dari lingkungan Mapolres apabila tidak mengikuti arahan petugas.

Dua anggota yang berada di SPKT kemudian datang menghampiri untuk meredakan situasi.

Salah seorang petugas SPKT kemudian bertanya kepada Cheluz mengenai kepentingannya berada di Mapolres.

“Kau sebagai apa di sini?” tanya petugas tersebut.

Cheluz menjawab, “Saya sebagai warga negara.”

Dampingi Keponakan

Cheluz berada di Mapolres Manggarai Barat bukan untuk menjalankan tugas jurnalistik pada saat kejadian. Ia datang untuk menemani keponakannya yang terlibat perkelahian antarremaja.

Persoalan perkelahian tersebut kemudian diselesaikan secara damai di Mapolres Manggarai Barat.

Menurut Cheluz, dirinya tidak bermaksud mengabaikan petugas penjagaan ketika masuk ke lingkungan Mapolres, ia telah membunyikan klakson sebagai tanda permisi.

Sementara alasan Muhammad menegur Cheluz berkaitan dengan prosedur penjagaan. Muhammad mempertanyakan mengapa Cheluz tidak berhenti dan tidak menyampaikan kepentingannya kepada petugas di pos jaga.

Perbedaan pemahaman mengenai prosedur tersebut kemudian berkembang menjadi perdebatan mengenai cara Cheluz memasuki lingkungan Mapolres dan cara petugas memberikan teguran.

Kasus ini kemudian menyisakan persoalan mengenai penerapan prosedur penjagaan, komunikasi antara petugas dengan masyarakat, serta pola interaksi antara anggota kepolisian dan jurnalis di lingkungan Mapolres Manggarai Barat.**