LABUAN BAJO – Semangat kolaborasi dan sinergi antar-daerah kembali menguat melalui kunjungan kerja strategis jajaran pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Siak, Provinsi Riau, ke Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (27/01/2026).
Rombongan legislatif dari Bumi Melayu tersebut membawa misi khusus, yakni melakukan koordinasi serta studi banding terkait penguatan peran DPRD dalam mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Kabupaten Manggarai Barat dipilih sebagai tujuan kunjungan karena dinilai sukses mengelola sektor pariwisata kelas dunia. Dengan ikon Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo, daerah ini berhasil menempatkan pariwisata sebagai penggerak utama ekonomi melalui kebijakan yang terukur, kolaborasi lintas sektor, serta pemberdayaan masyarakat lokal.
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Siak, H. Syarif menjelaskan kunjungan tersebut tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan bertujuan menyerap praktik baik dalam tata kelola pariwisata daerah.
“Kunjungan ini bukan sekadar perjalanan dinas, tetapi menjadi jembatan untuk saling belajar dan menginspirasi. Manggarai Barat telah menunjukkan bagaimana peran legislatif mampu mendorong kebijakan pariwisata yang terarah dan berkelanjutan,” ujar H. Syarif.
Potensi Wisata Siak dan Labuan Bajo: Budaya vs Alam Kelas Dunia
Kabupaten Siak memiliki kekuatan besar di sektor wisata sejarah, budaya, dan religi. Ikon utama seperti Istana Siak Sri Indrapura, jejak Kesultanan Melayu, Sungai Siak yang legendaris, serta tradisi dan seni budaya Melayu menjadi daya tarik unik yang tidak dimiliki daerah lain. Namun, potensi tersebut masih membutuhkan penguatan regulasi, promosi, dan integrasi kebijakan lintas sektor agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara, Labuan Bajo mengandalkan wisata alam dan bahari kelas dunia, mulai dari Taman Nasional Komodo, panorama pulau-pulau eksotis, keindahan bawah laut, hingga pengembangan pariwisata premium yang terhubung langsung dengan pasar global. Keberhasilan Labuan Bajo tidak lepas dari peran aktif DPRD dalam memastikan regulasi daerah sejalan dengan kebijakan nasional dan kebutuhan masyarakat lokal.
Mengapa Labuan Bajo Penting bagi Siak
Bagi Kabupaten Siak, Labuan Bajo menjadi laboratorium kebijakan pariwisata yang relevan untuk dipelajari. Pengalaman Manggarai Barat menunjukkan bahwa peran legislatif sangat krusial dalam menyusun regulasi pendukung pariwisata berkelanjutan, mnjaga keseimbangan antara investasi dan kepentingan mayarakat serta mendorong kolaborasi pemerintah, swasta, dan komunitas. Mengangkat potensi lokal menjadi destinasi unggulan nasional
“Siak dan Labuan Bajo memiliki karakter wisata yang berbeda, tetapi tujuan akhirnya sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dari Labuan Bajo, kami belajar bagaimana regulasi yang tepat dapat mengubah potensi menjadi kekuatan ekonomi nyata,” tambah H. Syarif.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kerja sama antar-daerah, khususnya dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan, berdaya saing, dan berbasis kearifan lokal. Kolaborasi lintas wilayah dinilai menjadi kunci menghadapi tantangan pembangunan pariwisata nasional di masa depan.
Editor : Chellz


Tinggalkan Balasan