LABUAN BAJO– Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, resmi menetapkan lima orang sebagai calon Kepala Desa Gorontalo yang akan mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 29 September 2026 mendatang.

Penetapan lima calon tersebut dilakukan setelah panitia menyelesaikan seluruh tahapan penjaringan dan penyaringan bakal calon sesuai ketentuan yang diatur dalam Peraturan Bupati Manggarai Barat tentang Pemilihan Kepala Desa. Sebelumnya, panitia menerima enam orang yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Gorontalo.

Sesuai regulasi, jumlah peserta Pilkades ditetapkan paling sedikit dua orang dan paling banyak lima orang. Karena jumlah pendaftar melebihi batas maksimal, panitia melaksanakan penelitian administrasi terhadap seluruh dokumen persyaratan, melakukan verifikasi, serta menyelenggarakan seleksi tambahan sebagaimana diatur dalam peraturan yang berlaku.

Setelah seluruh tahapan tersebut selesai, panitia menetapkan lima orang yang berhak menjadi calon kepala desa. Penetapan itu kemudian dilanjutkan dengan pengundian nomor urut sebagai identitas resmi masing-masing calon selama tahapan kampanye hingga hari pemungutan suara.

Hasil pengundian nomor urut menetapkan:

  • Nomor Urut 1 : Petra M. Jalesy
  • Nomor Urut 2 : Hery Ganggas
  • Nomor Urut 3 : Abdul Hamid
  • Nomor Urut 4 : Ibrahim Ndung
  • Nomor Urut 5 : Victor Seman Sulu

Ketua Panitia Pilkades Desa Gorontalo, Chelluz Pahun, mengatakan seluruh tahapan penetapan calon hingga pengundian nomor urut berjalan dengan lancar, tertib, dan terbuka. Menurutnya, seluruh proses dilakukan berdasarkan asas profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas sehingga setiap keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan.

“Panitia telah bekerja sesuai dengan tahapan dan ketentuan yang berlaku. Mulai dari penerimaan berkas, penelitian administrasi, verifikasi persyaratan hingga seleksi tambahan dilakukan secara objektif. Penetapan lima calon merupakan hasil dari seluruh proses tersebut, bukan keputusan yang diambil secara sepihak,” kata Chelluz.

Ia menjelaskan bahwa panitia berkomitmen menjaga integritas penyelenggaraan Pilkades agar seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti kontestasi secara adil.

“Kami ingin memastikan bahwa Pilkades Desa Gorontalo menjadi contoh penyelenggaraan demokrasi desa yang menjunjung tinggi prinsip keadilan, keterbukaan, dan kepastian hukum. Karena itu seluruh tahapan dilaksanakan sesuai regulasi tanpa membedakan siapa pun calon yang mendaftar,” ujarnya.

Memasuki tahapan kampanye, Chelluz mengajak seluruh calon kepala desa beserta tim sukses dan para pendukung untuk mengedepankan persaingan yang sehat. Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, namun jangan sampai memicu konflik atau merusak hubungan kekeluargaan di tengah masyarakat.

“Kami mengimbau seluruh calon agar menyampaikan visi, misi, serta program kerja kepada masyarakat dengan cara-cara yang santun dan bermartabat. Hindari politik uang, penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, fitnah maupun provokasi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Pilkades adalah ajang memilih pemimpin terbaik, bukan arena untuk memecah persaudaraan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setelah seluruh tahapan berakhir, masyarakat Desa Gorontalo akan tetap hidup berdampingan sebagai satu keluarga besar. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta menjaga suasana tetap kondusif sejak masa kampanye, masa tenang, hingga proses pemungutan dan penghitungan suara.

“Kami berharap siapa pun yang nantinya terpilih dapat diterima dengan lapang dada oleh seluruh masyarakat. Yang menang jangan berlebihan dalam merayakan kemenangan, sementara yang belum memperoleh kepercayaan masyarakat diharapkan tetap memberikan kontribusi positif bagi pembangunan desa. Demokrasi tidak berhenti pada hari pencoblosan, tetapi berlanjut dalam semangat bersama membangun Desa Gorontalo,” katanya.

Chelluz juga mengajak masyarakat menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab pada 29 September 2026. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan Pilkades sekaligus menentukan arah pembangunan desa selama enam tahun ke depan.

“Gunakan hak pilih dengan hati nurani dan jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar. Mari kita sukseskan Pilkades ini dengan menjaga keamanan, ketertiban, persatuan, serta saling menghormati perbedaan pilihan. Panitia bersama pemerintah desa, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat berkomitmen mewujudkan Pilkades Desa Gorontalo yang aman, damai, demokratis, jujur, adil, dan bermartabat,” tutupnya.