LABUAN BAJO – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mendorong percepatan pemulihan sektor pariwisata sekaligus penguatan ketangguhan destinasi di Flores, Nusa Tenggara Timur, setelah wilayah tersebut diguncang gempa bumi pada 15 Agustus 2026.

Dorongan itu disampaikan Widiyanti saat melakukan kunjungan kerja ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Jumat (28/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Menteri Pariwisata bertemu Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat serta pelaku industri, asosiasi, dan pemangku kepentingan pariwisata untuk mendengar langsung kondisi sektor pariwisata setelah bencana.

Kunjungan tersebut dilakukan tidak hanya untuk melihat kondisi destinasi, tetapi juga menyerap berbagai masukan terkait kebutuhan pemulihan pariwisata serta langkah penguatan ketangguhan destinasi menghadapi potensi bencana.

Widiyanti menyampaikan duka dan empati mendalam kepada masyarakat Flores yang terdampak gempa, terutama keluarga yang kehilangan anggota keluarga, mengalami luka-luka, kehilangan tempat tinggal, maupun mata pencaharian.

“Pertama-tama saya ingin menyampaikan duka dan empati yang mendalam kepada saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi Flores. Saya pribadi bersama Kementerian Pariwisata menyampaikan doa dan simpati kepada semua keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta, kepada saudara-saudara kita yang terluka, kehilangan tempat tinggal, dan kehilangan mata pencaharian karena gempa ini,” ujar Widiyanti dalam forum di Kantor Bupati Manggarai Barat.

Ia menegaskan Kementerian Pariwisata hadir untuk mendukung pemulihan dan keberlanjutan sektor pariwisata di wilayah terdampak.

Menurutnya, pertemuan dengan pemerintah daerah dan ekosistem pariwisata menjadi penting untuk mengetahui secara langsung kondisi serta kebutuhan pelaku pariwisata pascabencana.

“Kami Kementerian Pariwisata hadir di Labuan Bajo dengan fokus pada pemulihan dan keberlanjutan sektor pariwisata. Hari ini kami bertemu langsung dengan teman-teman pemerintah daerah, industri, asosiasi, serta para pemangku kepentingan untuk mendengar langsung kondisi dan kebutuhan mereka pascabencana,” katanya.

Dorong destinasi alternatif

Salah satu masukan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut ialah perlunya pengembangan destinasi dan atraksi wisata alternatif di luar Pulau Komodo dan Labuan Bajo.

Pengembangan destinasi alternatif dinilai dapat menjadi bagian dari strategi memperkuat ketangguhan pariwisata sekaligus memperluas distribusi aktivitas dan manfaat ekonomi pariwisata ke wilayah lain di Flores.

Dengan diversifikasi destinasi, aktivitas pariwisata tidak hanya bertumpu pada sejumlah destinasi utama. Langkah tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di berbagai daerah di Flores.

Widiyanti mengatakan berbagai masukan dari pemerintah daerah dan pelaku industri akan menjadi bahan tindak lanjut pemerintah dalam mendukung pemulihan serta memperkuat tata kelola sektor pariwisata sesuai dengan kewenangan Kementerian Pariwisata.

Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi mengapresiasi kunjungan Menteri Pariwisata yang datang langsung ke Labuan Bajo untuk melihat kondisi masyarakat dan pelaku pariwisata setelah gempa.

“Terima kasih kepada Ibu Menteri Pariwisata yang hadir di Labuan Bajo, mau mengambil bagian dan merasakan apa yang dialami oleh masyarakat Manggarai Barat dan Flores secara umum terkait dampak gempa bumi yang terjadi 15 Agustus 2026,” ujar Edistasius.

Ia mengatakan kehadiran Menteri Pariwisata diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat, terutama mereka yang terdampak pada sektor pariwisata.

“Fokus kehadiran Ibu Menteri adalah untuk meringankan apa yang dibutuhkan oleh rakyat, khususnya yang terdampak di sektor pariwisata,” katanya.

Keselamatan menjadi prioritas

Plt. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Andhy M.T. Marpaung mengatakan kunjungan Menteri Pariwisata menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh ekosistem pariwisata.

Menurut Andhy, pemulihan sektor pariwisata pascagempa harus dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat dan wisatawan.

“Kehadiran Ibu Menteri Pariwisata di Labuan Bajo memberikan penguatan bagi seluruh ekosistem pariwisata bahwa pemulihan pascagempa merupakan perhatian dan tanggung jawab bersama,” ujar Andhy.

BPOLBF, lanjut dia, akan terus mendukung langkah pemerintah agar aktivitas pariwisata kembali bergerak dengan memperhatikan keselamatan, kesiapan destinasi, penguatan mitigasi risiko, serta keberlanjutan ekonomi masyarakat.

BPOLBF juga terus berkoordinasi dan melakukan pemantauan bersama pemerintah daerah, pengelola destinasi, pelaku usaha pariwisata, asosiasi, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan kondisi destinasi dan aktivitas pariwisata di Labuan Bajo Flores tetap terpantau.

Pemulihan dilakukan secara bertahap dengan menempatkan keselamatan masyarakat dan wisatawan sebagai prioritas.

Informasi mengenai kondisi destinasi, aksesibilitas, akomodasi, transportasi, dan aktivitas wisata menjadi bagian penting dalam memastikan wisatawan maupun masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan terkini.

BPOLBF mengimbau pelaku pariwisata dan wisatawan tetap mengutamakan keselamatan, mengikuti arahan otoritas terkait, serta memantau informasi terbaru dari sumber resmi sebelum dan selama melakukan aktivitas wisata.

Pemerintah berharap kolaborasi seluruh pihak dalam proses pemulihan pascagempa tidak sekadar mengembalikan aktivitas pariwisata, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun destinasi Labuan Bajo Flores yang lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan.**