LABUAN BAJO — Dugaan kekerasan yang melibatkan anggota TNI Angkatan Darat kembali terjadi di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Seorang warga Kampung Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, bernama Syarif, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh dua anggota TNI AD hingga mengalami luka-luka.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (8/9/2026). Syarif kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo akibat luka yang dialaminya.
Dugaan pengeroyokan itu menjadi perhatian setelah rekaman video kejadian beredar di media sosial Facebook. Dalam video tersebut, tampak dua orang yang disebut sebagai anggota TNI melakukan pemukulan terhadap seorang warga di halaman rumah.
Situasi semakin memilukan karena aksi dugaan kekerasan tersebut berlangsung di hadapan keluarga korban. Dalam rekaman terdengar seorang perempuan dewasa dan anak anak berteriak histeris dan menangis ketika melihat Syarif dipukul.
Teriakan dan tangisan tersebut terdengar bersamaan dengan suara makian serta kata-kata kasar yang muncul selama kejadian. Rekaman itu memperlihatkan suasana yang berlangsung tegang di lokasi.
Namun, hingga kini belum jelas apa yang menjadi pemicu hingga dua anggota TNI tersebut diduga menghajar Syarif. Kronologi lengkap yang melatarbelakangi peristiwa tersebut juga masih menunggu penjelasan resmi dari pihak terkait.
Kodim 1613 Manggarai Barat belum memberikan klarifikasi mengenai dugaan kekerasan tersebut. Dandim 1630/Manggarai Barat Letkol Inf. Budiman Manurung masih memilih bungkam usai dikonfirmasi, Selasa (8/9/2026) malam melalui pesan WhatsApp.
Kekerasan Prajurit Kembali Menjadi Sorotan
Dugaan kekerasan yang melibatkan prajurit TNI AD di Manggarai Barat ini kembali jadi perbincangan publik.
Sebelumnya, pada Juni 2026, empat anggota Brimob diduga menjadi korban penikaman dalam keributan yang melibatkan tiga prajurit TNI AD. Peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian publik karena melibatkan dua institusi aparat keamanan.
Dalam perkembangan kasus itu, muncul pula versi dari pihak TNI yang menyebut prajurit TNI lebih dahulu menjadi korban pengeroyokan sebelum terjadi aksi penikaman.
Perkara tersebut kemudian diselesaikan secara damai. Anggota yang terlibat disebut menjalani pembinaan dan dipindahkan ke luar Labuan Bajo.
Kini, dugaan kekerasan kembali mencuat. Namun, berbeda dengan perkara sebelumnya, kali ini korbannya adalah masyarakat sipil.**


Tinggalkan Balasan