LABUAN BAJO — Komando Distrik Militer (Kodim) 1630/Manggarai Barat masih mendalami dugaan kekerasan terhadap seorang warga Kampung Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Warga bernama Syarif tersebut sebelumnya diduga menjadi korban kekerasan oleh dua orang yang disebut sebagai anggota TNI Angkatan Darat. Akibat kejadian itu, Syarif mengalami luka-luka dan kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo.

Komandan Kodim (Dandim) 1630/Manggarai Barat Letkol Inf. Budiman Manurung, mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara utuh kejadian tersebut.

“Dari Kodim masih melaksanakan pendalaman dan pengambilan keterangan terkait kejadian tersebut,” kata Budiman.

Pernyataan tersebut menjadi perkembangan terbaru setelah video yang diduga merekam aksi kekerasan terhadap Syarif beredar di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat dua orang yang disebut sebagai anggota TNI melakukan pemukulan terhadap seorang warga di halaman rumah.

Aksi tersebut berlangsung di hadapan keluarga korban. Dalam video terdengar seorang perempuan berteriak histeris dan menangis ketika dugaan pemukulan berlangsung.

Namun, kronologi dan pemicu peristiwa tersebut belum diketahui secara pasti. Termasuk apa yang terjadi sebelum aksi pemukulan dalam video, masih menjadi bagian dari pendalaman pihak TNI.

Kodim 1630/Manggarai Barat tengah mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak terkait untuk memastikan rangkaian kejadian serta siapa saja yang terlibat.

Kasus ini kembali menjadi sorotan karena menyangkut dugaan kekerasan yang melibatkan prajurit TNI di tengah masyarakat.

Sebelumnya, pada Juni 2026, tiga prajurit TNI AD terlibat dalam keributan dengan anggota Brimob yang berujung pada dugaan penikaman. Peristiwa tersebut mendapat perhatian publik karena melibatkan dua institusi aparat keamanan.

Dalam perkembangan kasus itu, muncul pula versi dari pihak TNI yang menyebut prajurit TNI lebih dahulu menjadi korban pengeroyokan sebelum terjadi aksi penikaman.

Perkara tersebut kemudian diselesaikan secara damai. Anggota yang terlibat disebut menjalani pembinaan dan dipindahkan ke luar Labuan Bajo.

Kini, dugaan kekerasan kembali mencuat di Rangko. Hasil pendalaman Kodim 1630/Manggarai diharapkan dapat menjelaskan secara terang kronologi kejadian dan memastikan duduk perkara yang menyebabkan Syarif mengalami luka-luka.**