Vatikan – Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo menjadi ‘media darling’ di lapangan Santo Petrus Vatikan. Kardinal Suharyo berada di Vatikan guna mengikuti Konklaf yang dijadwalkan Rabu 7 Mei 2025.
Saat melintasi lapangan Santo Petrus, Vatikan Kardinal Ignatius Suharyo langsung dikerumuni media asing. Para wartawan dari berbagai negara itu menanyakan pelaksanaan Konklaf pemilihan pengantin Paus Fransiskus. Kardinal Ignatius Suharyo diwawancara dalam bahasa Inggris dan Italia.
Selain melayani pertanyaan wartawan, Kardinal Suharyo juga terlihat dikerumuni umat dari berbagai negara yang sedang berada di lapangan Santo Petrus menanti pemilihan paus baru. Ada yang sekedar ingin foto bersama, ada juga yang meminta berkat dari Uskup Agung Jakarta itu.
Momen mengharukan terjadi ketika Kardinal Suharyo memberkati seorang umat yang duduk di kursi roda yang setia menunggunya selesai diwawancara wartawan.
Moment yang dibagikan Account Tiktok Radio Sonora Kompas Gramedia itu mendapat respon positif pengguna Tiktok.
“Secara tidak langsung Indonesia semakin dikenal luas, sehat selalu bapa Kardinal Ignatius Suharyo,” komen Nauli, di laman Tiktok Radio Sonoda.
Sementara nitizen lainnya mengharapkan Kardinal Ignatius Suharyo terpilih menjadi paus baru meneruskan semangat perdamaian Paus Fransiskus.
“Saya muslim, tapi mendoakan agar Kardinal Ignatius Suharyo terpilih jadi Paus, ” tulis Eska Azza.
“Saya muslim turut merasa bangga, semoga terpilih ya romo, ” tulis nitizen lainnya, RN Haryanto.
Cerobong Asap
Jelang konflaf pemilihan paus baru, terlihat petugas pemadam kebakaran Vatikan mulai memasang cerobong asap diatas Kapel Sistina tempat berlangsungnya Konklaf. Cerobong asap itu nantinya akan menandai terpilihnya paus baru pengganti Paus Fransiskus.
Cerobong asap ini akan digunakan setelah setiap dua putaran pemungutan suara di Kapel Sistina. Surat suara Kardinal dijahit lalu dibakar dalam tungku khusus untuk menunjukkan hasilnya kepada dunia luar.
Jika tidak ada paus terpilih surat suara akan dicampur dengan cartrid yang mengandung kalium perforat antarsena dan sulfur untuk menghasilkan asam hitam, namun jika ada pemenang, surat suara yang terbakar dicampur dengan kalium klorat laktosa dan resin kloroform untuk menghasilkan asam putih kemudian diumumkan ‘Habemus Papam’. ***
Editor : Chellz


Tinggalkan Balasan