Labuan Bajo – Jelang Ramadan dan hari raya Paskah harga cabai di sejumlah pasar di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) terpantau mengalami kenaikan. Sementara harga sembako ditemukan relatif stabil.
Cabai yang mengalami kenaikan adalah jenis cabai merah besar dimana sebelumnya Rp.65.000/kilogram naik menjadi Rp.70.000, sedangkan harga barang-barang pokok lainnya masih stabil seperti bawang merah Rp.35.000/kilogram serta bawang putih Rp.45.000/kilogram, harga beras medium Rp.13.000/kilogram, beras premium (cap sumo) Rp.18.000/kilogram, gula pasir Rp. 22.000/kilogram dan minyak goreng premium Rp.20.000/liter.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat melalui Dinas perindustrian dan perdagangan telah melakukan pemantauan terhadap ketersediaan stok dan stabilitas harga bahan pokok di beberapa lokasi dalam kota Labuan Bajo, Senin (24/02).
Pantauan tersebut mendapatkan ketersediaan bahan pokok sampai pada perayaan hari raya keagamaan seperti Ramadan dan Paskah dipastikan aman dengan harga relatif stabil.
“Kami pastikan bahwa barang-barang menjelang puasa sampai pada hari raya idul Fitri juga Paskah di Kabupaten Manggarai Barat khususnya Labuan Bajo tersedia dan harga relatif stabil”, ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Manggarai Barat Gabriel Bagung, Senin (24/2).
Kenaikan cabai merah menurut Gabriel dalam kategori wajar, karena bersumber dari luar daerah. Gabrie menegaskan harga dipasar terpantau normal dan masih terjangkau, apabila terjadi kenaikan harga seperti beras, maka pihaknya akan melakukan operasi pasar bekerjasama dengan Bulog.
“Untuk sementara beras, harga rata-rata masih terjangkau, tidak ada kenaikan harga beras. Kalau memang ada kenaikan jelang pembukaan bulan puasa atau lebaran, itu kami akan melakukan kerjasama dengan bulog untuk melakukan operasi pasar dan sejauh ini harga beras masih normal”, ungkap Gabriel.
Kadis Gabriel berharap agar para pedagang bisa memastikan stok aman dan tidak melakukan penimbunan yang mengakibatkan kelangkaan dan kenaikan harga jelang hari raya keagamaan nanti. Pihaknya selalu memantau dan melaporkan harga bahan pokok pada Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementrian Perdagangan yang dilakukan setiap hari pada jam 12 siang.
“Kami sudah himbau dan kami setiap hari melakukan pengawasan untuk tidak melakukan spekulasi menjelang hari raya dan penimbunan yang mengakhibatkan masyarakat di Manggarai Barat ini resah. Kami setiap hari laporan SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok) berjalan lancar sehingga setiap jam 12 kami laporan ke Kementrian Perdagangan”, jelas Gabriel.
Pemkab Manggarai Barat terus berupaya melakukan pemantauan dan pengawasan harga di pasar tradisional maupun ritel modern sehingga tidak terjadi kelangkaan dan lonjakan harga yang tidak wajar.
Editor : Chellz


Tinggalkan Balasan