LABUAN BAJOPemerintah Kabupaten Manggarai Barat menjamin Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) selalu aman dan kondusif dari gangguan terorisme. Toleransi sangat terpelihara yang menjadikannya sebagai ‘rumah bersama’.

“Kondusifitas ini ditandai dengan meningkatnya kunjungan wisatawan dan banyaknya investasi. Tentu, syarat utamanya adalah rasa aman dan nyaman, yang tidak hanya diciptakan oleh pemerintah, TNI, dan Polri, tetapi juga oleh seluruh masyarakat dan peran pemuda,” tegas Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus pada kegiatan Dialog Kebangsaan yang digelar di Lingko Ballroom Sudamala Hotel, Labuan Bajo, Rabu (27/8).

Pada kesempatan itu, Wabup Yulianus juga memaparkan bukti nyata toleransi yang hidup di wilayah Kabupaten Manggarai Barat.

“Koordinasi Forkopimda berjalan sangat baik. Dalam hal keagamaan, saat perayaan Paskah, yang berjaga bukan hanya TNI-Polri, tetapi juga Banser NU dan remaja masjid. Begitu pula saat Idul Fitri, pemuda Katolik turut serta mengamankan. Festival Golo Koe yang diadakan Keuskupan bahkan melibatkan berbagai etnis dan agama, di mana patung Bunda Maria dibuat oleh saudara-saudara kita Muslim,” ujarnya.

Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui, dan Deradikalisasi, Mayjen TNI mengingatkan meski berhasil mencapai zero terrorist attack sejak 2023 hingga sekarang, ancaman tidak pernah hilang.

Menurut dia, Kelompok teroris telah beralih strategi dari pendekatan keras ke lunak melalui propaganda online, indoktrinasi, dan rekrutmen yang menyasar kelompok rentan, khususnya anak muda yang aktif di dunia digital.

“Mereka bermain di ruang yang kalian kuasai. Karena itulah kewaspadaan serta peran kalian menjadi garda terdepan,” pesannya.

Sudaryanto secara khusus mengajak para pemuda untuk membangun budaya damai di lingkungan sehari-hari, kampus, media sosial, dan komunitas, meningkatkan pemahaman dan kerjasama nyata dengan teman yang berbeda keyakinan serta menjadikan persaudaraan lintas agama sebagai benteng kokoh melawan paham intoleransi, kebencian, dan kekerasan.

“Berdirilah bersama, suarakan nilai-nilai kemanusiaan, dan nyatakan dengan lantang bahwa kekerasan tidak memiliki tempat dalam agama mana pun,” tutup Sudaryanto mengakhiri sambutannya.

Dialog Kebangsaan yang di inisiasi BNPT itu diharapkan dapat memantik aksi-aksi nyata para pemuda Manggarai Barat dalam merawat perdamaian dan toleransi, yang merupakan pondasi utama kesuksesan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata dunia.***

 

Editor : Chellz