Sikka, NTT— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka mencatat sebanyak 48 kejadian bencana alam terjadi sejak awal Januari hingga 25 Januari 2026. Bencana yang dipicu oleh cuaca ekstrem dan angin kencang ini mengakibatkan 36 rumah warga rusak serta satu orang meninggal dunia.

BPBD Sikka menyebutkan, rangkaian bencana tersebut terjadi dalam rentang waktu 2 hingga 25 Januari 2026, dengan dampak yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Sikka.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Antonius Nirang, warga Desa Wolonterang, Kecamatan Doreng, yang tertimpa pohon kemiri tumbang akibat angin kencang pada Jumat, 23 Januari 2026.

Selain merusak puluhan rumah warga, cuaca ekstrem juga menyebabkan kerusakan enam fasilitas umum, yang terdiri dari tiga sekolah, dua gereja, dan satu titik akses jalan. BPBD juga mencatat 38 kejadian pohon tumbang di sejumlah lokasi.

Sebanyak 13 kecamatan, 18 desa, dan satu kelurahan dilaporkan terdampak bencana akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Sikka dalam beberapa hari terakhir.

BPBD Kabupaten Sikka telah melakukan survei dan identifikasi di 18 lokasi kejadian, serta menyalurkan bantuan logistik di empat lokasi terdampak. Hingga kini, petugas masih terus melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan berdasarkan laporan masyarakat dan informasi yang beredar melalui media sosial.

Sementara itu, Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, mengimbau para kepala wilayah di daerah terdampak untuk aktif melaporkan perkembangan situasi dan dampak bencana kepada BPBD, guna mempercepat penanganan dan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.