LABUAN BAJO — Memperingati Hari Hidupan Liar Sedunia, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) turut berpartisipasi dalam kegiatan Eco Trip Bentang Alam Mbeliling yang diselenggarakan oleh Burung Indonesia bersama SiALIR. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (14/3/2026) di Desa Damu, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Eco-Trip ini bertujuan meningkatkan kesadaran serta keterlibatan masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam upaya pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati di kawasan Mbeliling.

Manager Flores Program Burung Indonesia, Tiburtius Hani, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Hidupan Liar Sedunia yang diperingati setiap 3 Maret, serta berkaitan erat dengan momentum Hari Air Sedunia dan Hari Kehutanan Internasional di bulan yang sama.

“Hidupan liar, hutan, dan air adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Ketiganya membentuk ekosistem yang menopang kehidupan kita. Sebenarnya lingkungan tidak membutuhkan manusia, tetapi manusialah yang sangat membutuhkan lingkungan,” ujar Tibur.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah, BPOLBF, TNI-Polri, pemerintah desa, hingga pelaku pariwisata di Labuan Bajo.

“Kehadiran berbagai pihak hari ini menunjukkan bahwa kita memiliki satu komitmen bersama untuk menjaga lingkungan, terutama keberlanjutan sumber air yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat dan pariwisata di Labuan Bajo,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Mbeliling, Yohanes Hibur, menegaskan pentingnya keberlanjutan aksi konservasi yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.

“Momentum hari ini adalah penguatan komitmen kita bersama terhadap konservasi. Tanaman yang kita tanam hari ini harus dijaga dan dirawat bersama, karena alam yang kita jaga adalah warisan bagi generasi mendatang,” ungkap Yohanes.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kelestarian alam dan mencegah aktivitas yang merusak lingkungan, termasuk perdagangan satwa liar.

Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut yang dinilai selaras dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo dan Flores.

“Bentang Alam Mbeliling memiliki nilai ekologis yang sangat penting, tidak hanya sebagai habitat berbagai spesies satwa, tetapi juga sebagai kawasan penyangga kehidupan masyarakat. Eco-Trip ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat kesadaran bersama sekaligus mendukung pengembangan ekowisata berbasis masyarakat,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan Eco-Trip meliputi penanaman pohon di lahan SD Wae Masa dan Gereja Kapela Stasi Wae Masa, yang melibatkan pemerintah desa, tenaga pendidik, jemaat gereja, siswa, kelompok masyarakat, sektor swasta, serta instansi terkait.

Selain itu, peserta juga mengikuti field trip ke lokasi perlindungan air untuk melihat praktik konservasi dan pertanian berkelanjutan yang dijalankan masyarakat Desa Golo Damu. Kegiatan ini memberi pemahaman langsung tentang peran penting masyarakat lokal dalam menjaga sumber daya alam.

Kegiatan ditutup dengan birdwatching di kawasan Puar Lolo, Bentang Alam Mbeliling, yang menghadirkan pengalaman mengenal keanekaragaman hayati, khususnya berbagai jenis burung yang menjadi kekayaan ekosistem kawasan tersebut.

Melalui Eco-Trip ini, diharapkan semakin banyak pihak yang terlibat aktif dalam menjaga kelestarian Bentang Alam Mbeliling sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi ekowisata unggulan di Manggarai Barat.

 

Editor : Chellz