LABUAN BAJO — Pramuwisata dinilai menjadi garda terdepan dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo, terutama dalam menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Komodo sebagai destinasi unggulan Indonesia.
Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Hendrikus Rani Siga, menegaskan bahwa jantung aktivitas pariwisata di Labuan Bajo berpusat pada kawasan konservasi tersebut. Kekayaan ekosistem daratan dan laut menjadikan kawasan ini memiliki nilai konservasi tinggi sekaligus daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Konsep wisata regeneratif kini menjadi pendekatan utama dalam menjaga kelestarian kawasan,” ujar Hendrikus saat memberikan materi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) HPI Manggarai Barat, Selasa (17/3/2026) di Labuan Bajo.
Di kawasan daratan, Komodo Dragon hidup berdampingan dengan ratusan spesies burung endemik serta berbagai jenis reptil khas. Sementara itu, keindahan bawah lautnya yang kaya biodiversitas menjadikan kawasan ini sebagai magnet utama wisata bahari. Lebih dari 70 persen wisatawan tercatat melakukan aktivitas snorkeling dan diving saat berkunjung.
Dalam konteks tersebut, peran pramuwisata yang tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia menjadi sangat strategis. Mereka dituntut memiliki pemahaman mendalam terkait pemetaan kawasan wisata, termasuk zona yang diperbolehkan untuk aktivitas komersial serta area sensitif yang wajib dijaga.
Pemahaman ini mencakup lokasi pengamatan komodo, titik snorkeling, hingga spot diving, serta prinsip dasar konservasi. Dengan kompetensi tersebut, pramuwisata tidak hanya berfungsi sebagai pemandu wisata, tetapi juga sebagai edukator dan pelindung ekosistem kawasan konservasi.
Pada sesi materi Diklat, Dewan Pimpinan Cabang HPI Manggarai Barat menghadirkan Kepala Balai Taman Nasional Komodo sebagai narasumber utama. Materi menitikberatkan pada pemetaan lokasi aktivitas wisata komersial dalam kawasan konservasi, termasuk zonasi, batasan aktivitas, serta pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat HPI, Imam Widodo, menegaskan bahwa pramuwisata memiliki peran krusial dalam memastikan setiap aktivitas wisata berjalan sesuai prinsip keberlanjutan.
“Pramuwisata adalah garda terdepan dalam memastikan aktivitas wisata selaras dengan prinsip keberlanjutan. Di kawasan Taman Nasional Komodo, pemahaman terhadap zonasi, ekosistem, serta perilaku satwa seperti komodo menjadi hal wajib,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia pramuwisata. Menurutnya, pariwisata berkualitas hanya dapat terwujud apabila seluruh pelaku wisata memiliki kesadaran yang sama terhadap pentingnya konservasi.
“Labuan Bajo adalah wajah pariwisata Indonesia. Menjaga Taman Nasional Komodo berarti menjaga warisan dunia untuk generasi mendatang,” katanya.
Kegiatan pendidikan dan pelatihan ini diharapkan mampu mencetak pramuwisata profesional yang tidak hanya unggul dalam pelayanan, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan pariwisata di Labuan Bajo.


Tinggalkan Balasan