LABUAN BAJO – Proses rekrutmen anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) di Manggarai Barat dinilai sebagai contoh praktik terbaik di tingkat regional Nusa Tenggara Timur (NTT). Model yang sistematis dan profesional ini bahkan disebut layak diadopsi secara nasional.

Pengawas DPD HPI NTT, Heri Ajo, menegaskan bahwa proses rekrutmen yang dilakukan oleh DPC HPI Manggarai Barat menunjukkan tata kelola organisasi yang matang dan terstruktur.

“Proses rekrutmen HPI di Labuan Bajo oleh DPC HPI Manggarai Barat menjadi contoh baik untuk seluruh wilayah di NTT. Ini proses yang sistematis dan profesional,” ujarnya saat gala diner HPI, Senin (16/3/2026) malam.

Ia juga mengimbau seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HPI di NTT agar lebih aktif menggerakkan organisasi secara kolektif serta membangun budaya berbagi pengalaman kepemimpinan.

“Sebagai Dewan Pengawas, saya menghimbau semua DPC untuk menggerakkan HPI secara organisatoris dan saling berbagi pengalaman kepemimpinan yang baik antar DPC,” tambahnya.

Menurut Heri, pertumbuhan HPI Manggarai Barat tidak terlepas dari upaya konsisten dalam merawat organisasi. Hal ini tercermin dari jumlah anggota yang kini menjadi yang terbanyak di NTT.

“HPI Manggarai Barat tumbuh dengan baik. Organisasinya dirawat dengan serius, sehingga mampu memiliki anggota terbanyak di NTT. Ini harus menjadi motivasi bagi DPC lainnya,” tegasnya.

Senada dengan itu, pemandu senior HPI Manggarai Barat, Gabriel Pampur, menilai model penerimaan anggota baru yang diterapkan saat ini memiliki keunggulan dari sisi transparansi dan kualitas seleksi.

Menurutnya, sistem rekrutmen tersebut tidak hanya menitikberatkan pada kuantitas, tetapi juga kualitas calon pramuwisata melalui tahapan seleksi yang jelas, mulai dari administrasi, pelatihan dasar, hingga evaluasi kompetensi.

“Model penerimaan anggota baru di DPC Manggarai Barat bisa diaplikasikan di seluruh DPC se-Indonesia. Karena prosesnya tidak instan, tetapi melalui tahapan pembinaan yang memastikan kualitas pramuwisata,” jelas Gabriel.

Ia menambahkan, pendekatan ini penting dalam menghadapi tantangan industri pariwisata yang semakin kompetitif, khususnya di destinasi super prioritas seperti Labuan Bajo.

Dengan sistem yang terukur dan berorientasi pada kompetensi, HPI Manggarai Barat dinilai mampu mencetak pramuwisata profesional yang tidak hanya memahami destinasi, tetapi juga memiliki kemampuan interpretasi, komunikasi, dan pelayanan yang berstandar tinggi.

 

Editor : Chellz