LABUAN BAJO– Operasi pencarian korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, terus diperkuat. Sebanyak 123 personel SAR gabungan dikerahkan untuk menyisir laut dan dasar perairan guna menemukan korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Personel tersebut berasal dari 15 unsur, termasuk Basarnas, TNI AL, Polairud, KSOP Labuan Bajo, pemerintah daerah, serta komunitas penyelam profesional. Pencarian dilakukan melalui penyisiran permukaan, penyelaman bawah laut, dan pemantauan arus di titik-titik yang dicurigai.
Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengatakan kondisi alam menjadi tantangan utama dalam operasi hari keempat.
“Arus bawah laut cukup kuat, gelombang tinggi, dan hujan lebat membatasi jarak pandang serta waktu kerja penyelam. Namun operasi tetap berjalan sesuai standar keselamatan,” ujarnya, Senin (29/12/2025).
Sebanyak 11 unit alat utama dikerahkan dalam operasi ini, meliputi kapal SAR, kapal patroli cepat, rigid inflatable boat (RIB), dan sea rider. Dukungan peralatan tersebut memungkinkan pencarian dilakukan secara menyeluruh, baik di permukaan maupun bawah laut.
Sementara itu, Wakil Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, Fernando Burgos Sainz, menyampaikan apresiasi atas kekompakan Tim SAR Gabungan dan seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pencarian.
Hingga berita ini diturunkan, tiga korban warga negara Spanyol masih dinyatakan belum ditemukan. Operasi pencarian KM Putri Sakinah akan terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan perkembangan cuaca dan kondisi arus laut.
Editor : Chellz


Tinggalkan Balasan