Oleh : Robert Perkasa

EVAKUASI Truk Molen di Cabang Langgo, Desa Wisata Wae Lolos sudah selesai. Kini, mobil rongsokan itu sudah diamankan dan selanjutnya menjadi tanggungjawab pihak Pemkab Manggarai Barat dan Polres Manggarai Barat. Namun, cerita menarik di tengah medan evakuasi itu layak juga dipublikasikan.

Adalah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cunca Plias, Desa Wisata Wae Lolos turut memberi kontribusi nyata dalam giat evakuasi. Aksi nyata turun ke jalan menunjukkan dedikasi, kepedulian, kepekaan dan komitmen mereka dalam menata estitika ruang publik, khususnya jalan raya sebagai urat nadi transportasi publik dan aksesibilitas utama pariwisata dari dan menuju Desa Wisata Wae Lolos.

Lebih dari Sekadar Melayani Turis

Selama ini, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) identik dengan senyum ramah menyambut tamu atau memandu wisatawan menikmati keindahan alam. Namun, pada Kamis, 5 Februari 2026 kemarin, mereka menunjukkan sisi lain yang lebih mendalam.

Kepedulian itu bukan aksi spontan sekali saja, melainkan sebuah karakter mereka yang terus tumbuh dan dihidupkan.

Pokdawis Cunca Plias hadir di sana sebagai komunitas masyarakat lokal yang konsisten. Anggota Pokdarwis Cunca Plias membuktikan bahwa peran dan komitmen mereka tidak hanya terbatas pada rutinitas pariwisata, melainkan juga menjadi garda terdepan dalam menjaga kenyamanan dan estetika desa mereka.

Inisiatif Murni

Keterlibatan puluhan anggota Pokdarwis Cunca Plias dalam evakuasi truk mixer (molen) yang telah mengerak selama enam tahun di Cabang Langgo bukanlah aksi tiba-tiba. Ini adalah inisiatif murni yang lahir dari rasa memiliki yang tinggi.

Aksi heroik ini sebenarnya hanyalah satu dari deretan panjang dedikasi mereka. Sebelumnya, Pokdarwis Cunca Plias telah menunjukkan taringnya dalam menjaga kelestarian lingkungan. Mereka pernah berjibaku bersama ratusan siswa SDK Roe, SMPN 2 Mbeliling, serta para guru dalam aksi besar-besaran membersihkan sampah di sepanjang ruas jalan Trans Flores wilayah Wae Lolos. Konsistensi inilah yang membuktikan bahwa mereka adalah motor penggerak kebersihan di desa wisata tersebut.

Menjaga “Wajah” Desa

Sadar bahwa bangkai truk bernomor polisi B 9739 H tersebut adalah noda bagi keindahan desa sekaligus ancaman nyawa bagi pelintas, para anggota Pokdarwis ini bergerak tanpa pamrih. Sejak fajar menyingsing, mereka telah sigap di lapangan.

Dalam aksi tersebut, Pokdarwis menjadi mitra strategis bagi Dinas PUPR, Polsek Sano Nggoang, dan Satlantas Polres Mabar dalam pengaturan arus lalu lintas. Memastikan proses evakuasi berjalan terukur dan aman. Mereka secara sukarela memastikan urat nadi ekonomi di jalur Trans Flores tetap berdenyut meski proses evakuasi berlangsung dramatis.

Mereka bertahan di lokasi hingga petang hari untuk memastikan bahwa pasca-evakuasi, area tersebut kembali bersih, asri, dan bebas dari sisa-sisa rongsokan kaca yang berbahaya.

Peka Lingkungan

Bagi Pokdarwis Cunca Plias, pariwisata bukan sekadar tentang tiket masuk atau jumlah kunjungan. Pariwisata adalah tentang bagaimana lingkungan tetap terjaga bersih, aman, dan nyaman baik bagi warga lokal maupun pelancong.

“Pokdarwis Cunca Plias tidak hanya fokus melayani wisatawan, tetapi mereka sangat peka memastikan lingkungannya bebas hambatan dan tetap asri,” tutur Camat Sano Nggoang yang ikut dalam aksi tersebut.

Kini, jalur Trans Flores di titik Desa Wisata Wae Lolos kembali lapang. Hilangnya bayang-bayang rongsokan besi tua itu menjadi bukti nyata bahwa tangan-tangan lokal yang terorganisir dalam Pokdarwis mampu membawa perubahan besar bagi wajah pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Manggarai Barat.

 

Penulis adalah Ketua Pokdarwis Cunca Plias, Desa Wae Lolos, Sanonggoang, Manggarai Barat.